<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650</id><updated>2011-07-07T19:51:52.926-07:00</updated><category term='My First Quilt...mmm so warm'/><category term='Napak Tilas di Pangandaran'/><category term='My First Love'/><category term='Cyber Diary'/><category term='VBAC'/><category term='In memoriam'/><category term='MELEK'/><category term='Gunung Puntang'/><category term='Akan Datang: Sarung Bantal Besar dari Batik'/><category term='Permainan Anak Tradisional'/><category term='Under Progress: Bed Cover Queen Size'/><category term='IT TAKES TWO FOR A TANGO'/><category term='3 Days 2 Nights in Yogyakarta'/><title type='text'>SalAd Corner</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-1403179961803215175</id><published>2010-03-20T17:48:00.002-07:00</published><updated>2010-03-20T17:52:31.025-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='VBAC'/><title type='text'>VBAC</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Vaginal Birth After Caesarian ( Melahirkan Normal Setelah Operasi Cesar)&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua wanita ditakdirkan untuk melahirkan secara normal. Setidaknya pada jaman dimana melahirkan secara cesar menjadi salah satu alternatif yang dipilih baik dengan ada atau tanpa indikasi yang mengharuskan para wanita untuk melahirkan secara cesar.&lt;br /&gt;Di bawah ini hanyalah catatan kecil saja yang mengingatkan saya untuk selalu berusaha semaksimal mungkin dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Caesarian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat kembali peristiwa di akhir tahun 2003 dimana saya melahirkan anak laki-laki pertama melalui operasi cesar. Meski operasi ini adalah pilihan terakhir yang diambil, tapi mungkin, secara tidak langsung, sejak didiagnosa melahirkan cesar, di dalam hati dan pikiran saya memang yakin bahwa saya pada akhirnya harus menjalani operasi cesar. Entah mengapa saya percaya benar kalau sebuah sugesti yang tertanam akan berpengaruh pada kenyataan yang kelak terjadi. Seperti halnya yang terjadi pada kehamilan pertama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal kehamilan, saya berada dibawah pengawasan seorang dokter kandungan wanita yang terkenal di kota Bandung. Kalau tidak salah, sampai usia kandungan sekitar enam bulan. Melalui pemeriksaan USG, letak janin terlihat sungsang, kepala dan kedua kaki berada di atas. Berdasarkan hal ini, dokter kandungan tersebut mengatakan bahwa pada intinya kelahirannya kelak harus dioperasi Caesar. Entah kenapa, dengan dokter yang satu ini rasanya kita tidak bisa tinggal lebih lama berada di dalam ruang prakteknya. Segan, malu, atau melihat cara dokternya berbicara yang seperti terburu-buru atau, mengingat antrian pasien yang panjang di luar sana yang membuat kita ingin segera keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saja, didiagnosa seperti itu amat sangat menciutkan nyali dan mungkin saja tanpa disadari tertanam di alam bawah sadar saya bahwa saya memang harus dioperasi Meskipun demikian saya tetap berusaha untuk memutarbalikkan diagnosa tersebut.&lt;br /&gt;Setelah berdiskusi dengan suami, untuk pemeriksaan selanjutnya kami memilih pindah ke dokter kandungan lain. Untungnya, dokter yang satu ini bisa diajak berdiskusi. Meskipun benar letak janinnya masih saja sungsang, tetapi beliau masih bisa menenangkan pasiennya. Menurutnya, masih ada kemungkinan janin berubah posisi. Selanjutnya, saya disarankan untuk sering-sering melakukan posisi seperti sujud beberapa menit lamanya. Usaha lainnya, yaitu beliau mencoba untuk memutar posisi bayi dari luar. Hal tersebut dilakukan sebanyak 2 kali kunjungan dan tidak berhasil.&lt;br /&gt;Alhasil, sampai menginjak bulan ke sembilan, letak janin masih dalam keadaan sungsang seperti semula. Meski demikian, beliau masih menyemangati saya kalau kelahiran normal masih dimungkinkan sepanjang tidak ada indikasi penyulit lainnya, misalnya berat bayi tidak terlalu besar, tidak pecah ketuban dini, kontraksi cukup kuat, dan lain-lain. Sampai saat itu, saya masih berharap dapat melahirkan secara normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seingat saya, hari perkiraan kelahiran anak pertama kurang lebih bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri. Untungnya, beliau tidak ada rencana bepergian ke luar kota. Sangat melegakan karena saya malas harus berganti dokter lain dan harus mengulang cerita riwayat kehamilan dari awal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah hari-H dimana saat itu masih dalam suasana hari raya Idul Fitri (Hari ke-4). Tanggal 1 Desember 2003, jam 10-an pagi saya pergi ke RS Borromeus ditemani suami dan Ibu langsung menuju kamar bersalin. Sampai waktu makan siang, masih bukaan-3. Setelah makan kemudian saya berniat untuk mandi, nah pada saat itulah terasa ada air keluar tak tertahan, ternyata itu yang dinamakan ketuban pecah dini. Langsung saya berbaring dan tidak diijinkan untuk turun dari tempat tidur. Sampai saat itu, saya masih bersikukuh ingin melahirkan normal. Namun demikian, saya juga harus mempersiapkan kemungkinan terburuk untuk menjalankan operasi cesar. Oleh karena itu, saya harus menjalani puasa karena butuh sekitar 6 jam puasa untuk bisa dilaksanakan operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai jam 9-an malam, dokter kandungan masih belum datang, bukaan pun tertahan di angka 7 dan bayi masih jauh dari jalan lahir. Selain itu kontraksinya pun kurang begitu kuat. OMG, rasanya mau marah setiap dilakukan pemeriksaan dalam. Selain sakit, koq ya diobok-obok sih. Akhirnya, dokter datang juga sekitar jam 10-an, dan langsung periksa semuanya. Setelah semua yang saya alami, dokter masih menanyakan apakah saya masih mau mencoba untuk induksi. Oh tidak, saat itu saya sudah angkat tangan untuk mencoba yang namanya induksi apalagi katanya yang namanya rasa sakit akibat suntikan induksi lebih hebat dari rasa sakit normal. Untungnya Ibu dan suami juga mendukung keputusan untuk melahirkan secara cesar (ibuku mantan Bidan dan Guru Bidan lo!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, akhirnya saya masuk ke ruang operasi seorang diri ( hiks, ga boleh ditemenin siy). Uuuuuuuuuh, dingin banget itu tempat tidur atau meja operasi ya?, yang pasti terbuat dari bahan metal. Asli dingin, dan ruangannya full AC, tambah dingin aja bikin badan menggigil. Entah gemetar karena takut. Pokoknya setelah dibius total langsung deh tidak ingat atau merasakan apapun. Tahu-tahu, susternya bilang, “Bu, bu, anaknya laki-laki, sekarang Ibu saya bawa ke ruang pemulihan”. Dari ruang pemulihan dipindah lagi ke ruang perawatan dan masih dalam keadaan setengah sadar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak saya lahir sebelum tengah malam, masih tanggal 1 desember 2003, dan karena saya masih belum juga buang angin, baru pada tanggal 2 sore hari akhirnya saya diijinkan makan dan minum. Rasa yang aneh di bagian perut mulai dirasakan dan perlahan-lahan membuat saya tidak berani bangun dari tempat tidur bahkan untuk kekamar mandi sekalipun. Perih dan seperti tertarik ke bagian depan membuat saya benar-benar takut untuk bergerak, bahkan saya minta perawat untuk memandikan saya. Saat itu saya sempat berpikir, bagaimana mungkin ada wanita yang lebih memilih cara melahirkan seperti ini padahal dia bisa melahirkan secara normal, bahkan sampai bisa menentukan tanggal untuk dioperasi. OMG, meski saya harus mengalaminya, setidaknya saya sudah mencoba untuk melalui tahapan lain sebelum akhirnya memutuskan untuk dioperasi. Dalam hal inipun saya masih menganggap bahwa diri saya pengecut karena tidak mau melangkah ke tahap yang mungkin seharusnya dilalui terlebih dahulu (induksi). Memang sih, pada akhirnya sakit yang dirasakan jadi berlipat. Xixixixixi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Vaginal Birth&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman di atas cukup membuat saya was was menyambut kehamilan yang kedua.&lt;br /&gt;Namun, berdasarkan pengalaman di atas pula, saya menjadi jauh lebih waspada dan lebih meyakinkan diri untuk melahirkan secara normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum KB dilepas, saya mulai mempersiapkan hati, pikiran serta jasmani. Keinginan untuk melahirkan normal membuat saya seperti haus akan informasi. Pokoknya segala hal yang menyangkut kelahiran normal, terutama setelah sebelumnya melahirkan secara cesar jadi bacaan saya sehari-hari.&lt;br /&gt;Sedapat mungkin saya berjalan kaki beberapa menit di pagi hari sebelum masuk kantor. Semua itu guna mempersiapkan kehamilan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, hampir satu tahun lamanya sebelum akhirnya kehamilan kedua itu datang.&lt;br /&gt;Kehamilan kali ini betul-betul terasa tiap tahapannya. Trimester awal yang ditandai dengan morning sick sampai trimester akhir dimana saya seringkali merasa kram di kaki dan mengalami rasa gatal yang luar biasa terutama di daerah perut, pinggul sampai betis, untungnya tidak di daerah muka.&lt;br /&gt;Rasa gatal yang sungguh menyiksa karena bisa muncul tiba-tiba dan saya tidak bisa menahan untuk tidak menggaruknya bahkan kadang sampai berdarah dan meninggalkan bekas yang belum hilang sempurna sampai saat ini.&lt;br /&gt;Letak rumah yang jauh dari tempat kerjapun pada akhirnya tidak bisa saya taklukkan. Lelah luar biasa yang saya rasakan membuat saya pindah untuk sementara waktu ke rumah Ibu yaitu ketika kehamilan memasuki bulan ke-6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter kandungan kali ini sama dengan dokter yang mengoperasi saya tahun 2003 lalu. Sudah sejak awal pemeriksaan, saya wanti-wanti untuk sebisa mungkin melahirkan secara normal. Dokterpun tidak keberatan karena kondisi kehamilan pertama tidaklah permanen dan sepanjang tidak ada penyulit lainnya. Mengingat riwayat melahirkan secara cesar, maka daftar penyulit pun bertambah dibanding dengan yang belum pernah mengalami operasi cesar. Ketuban pecah dini adalah a big no no dalam kasus ini. Why? Karena kalau pada kondisi normal, setelah ketuban pecah dan bayi sudah ada di jalan lahir biasanya disuntikan semacam penguat kontraksi (induksi). Sedangkan dalam kondisi saya, setiap tahapan harus betul-betul dilalui secara alamiah, artinya tidak boleh diintervensi oleh obat-obatan penguat kontraksi (CMIIW) ataupun lainnya. So, bye bye juga pada rumput fatimah dan yang lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain berusaha menjaga asupan gizi (istilah lain dari makan lahap alias gembul hehehe.), Setiap hari tidak pernah lupa relaksasi sambil memasukan sugesti positif untuk melahirkan secara normal, lancar dan sehat. Dan memasuki bulan ke-8 mulai mengikuti senam hamil. FYI, dari beberapa tempat senam hamil, yang paling lengkap dan informatif (juga enak bubur kacang ijonya dan lumayan bagus bingkisan dari sponsornya) menurut penilaian saya adalah senam hamil di RS Borromeus. Tidak bermaksud promosi karena saya bukan agen yang dibayar, hanya saja, selain senam hamil, diajarkan pula metode relaksasi, hypnobirthing, pemeliharaan PD, cara merawat bayi, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata hari-H tiba 1 minggu lebih awal dari prediksi dokter. Tepat sehari sebelum saya cuti melahirkan, yaitu tanggal 13 Oktober 2010, jam 01.00 dini hari, saya sudah merasakan kontraksi yaitu berupa sakit yang menggigit di perut bagian bawah depan. Waktu itu saya masih berpikir untuk pergi ke klinik bersalin di pagi hari saja. Ternyata, kontraksi itu datang lebih sering meskipun belum sampai seperempat jam sekali. Akhirnya, jam 3 pagi, saya, suami dan lagi lagi ditemani ibunda tercinta pergi menuju klinik bersalin Tedja. Sebetulnya saya lebih suka melahirkan di rumah sakit besar dimana sarana dan prasarana medisnya lebih lengkap ketimbang di klinik bersalin. Namun, berhubung sekarang dokter hanya bisa berpraktek di 3 tempat saja, dan pilihannya hanya RSHS dan KB Zr Tedja akhirnya saya memutuskan untuk melahirkan di klinik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dilakukan pemeriksaan dalam oleh bidan jaga, rasanya bukaan koq ga maju-maju. Rasa sakit yang nyelekit memang tidak begitu kentara kalau saya berbaring miring dan punggung sekitar tulang ekor ditekan-tekan. Tapi posisi ini juga sepertinya berpengaruh pada kemajuan bukaan dan kekuatan kontraksi. Yang saya butuhkan pada saat itu adalah kontraksi yang datang kontinyu dan kuat. So, akhirnya sayapun berjalan-jalan di sekitar klinik. Bolak-balik seperti setrikaan, jika kontraksi datang, saya langsung berhenti dan jongkok atau memegang kursi yang ada. Lama dan kekuatan kontraksinya memang berbeda dibandingkan kalau saya hanya berbaring saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai hampir jam 5, bukaan masih bertahan di angka 7. Hwadoooh, lama banget sih masuk ke bukaan 9. Dokter kandunganpun masih sempat membantu pasien melahirkan di kamar sebelah. Selama itu, saya terus berdoa agar dilancarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pada kehamilan pertama saya tidak sempat merasakan bagaimana tidak tahannya untuk segera mengejan. Nah, kali ini, saya betul-betul merasakan apa itu rasanya tidak BAB berhari2. hahahaahaha, betul2 tidak bisa ditahan untuk tidak mengejan. Pooooool, berasa sudah di ujung tapi tidak bisa dikeluarkan. Ya ampyun, betapa hebatnya ibu yang melahirkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kelahiran inipun cukup sulit, seingat saya, saya mengejan lebih dari 5 kali dengan posisi berbeda-beda., dari mulai posisi setengah berbaring kaki diangkat ke arah dada sambil dipegang kedua tangan, posisi berbaring kaki ditekuk pergelangan kaki dipegang kedua tangan, lalu posisi berbaring sambil miring ke-kiri, dan posisi lainnya yang saya tidak ingat sampai-sampai saya merasakan kram di kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuncinya ada pada saat mengejan. Seharusnya setiap datang waktu mengejan (2 x tarikan), tarikan ke-1 jika belum cukup kuat harus dibantu dengan tarikan ke-2. Nah, saya selalu kalah tenaga pada tarikan ke-2, sehingga kepala bayi belum juga bisa keluar. Hingga akhirnya, saya ingat betul kalau pada saat itu yang ada di pikiran saya adalah kesehatan bayi akan terganggu jika terlalu lama berada di jalan lahir, saya pun mengejan sekuat tenaga yang tersisa, bahkan saat bayi keluar dan air ketuban muncrat kemana-mana pun saya masih tetap mengejan, padahal pada saat itu bidan yang mendampingi dokter sudah mengatakan pada saya untuk berhenti mengejan. Alhamdulillah, akhirnya anakku lahir juga beberapa menit sebelum adzan maghrib berkumandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa sakit karena kontraksi mengalahkan segalanya. Pada saat di-episiotomi waktu bukaan 9 datang, saat bayi keluar, dan pada saat dijahit, sama sekali tidak terasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya Inisiasi Menyusui Dini tidak bisa dilakukan sampai tuntas. Hanya beberapa menit bayiku diletakkan di atas perut, setelah bergerak sedikit bayiku segera diangkat karena kelihatannya dia membutuhkan oksigen. Mungkin terlalu lama di jalan lahir. Mudah-mudahan tidak berpengaruh apapun pada kesehatannya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang aneh bin ajaib, Kuasa Allah sungguh nyata. Perbedaan nyata yang saya rasakan antara melahirkan dengan operasi dan normal. Melahirkan secara normal memang sudah kodratnya para wanita, dan itu semua sudah diatur sedemikian rupa oleh yang Maha Kuasa. Tidak lama setelah bayi sudah keluar, rasa haus yang amat sangat diobati dengan segelas the manis hangat dilanjutkan dengan makan malam yang nikmat. Lelah luar biasa baru dirasakan ketika dipindahkan ke ruang perawatan. Badan terasa amat lelah tapi hati dan pikiran rasanya lega dan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia memang hanya bisa berusaha, hasilnya ditentukan oleh-Nya. Melahirkan secara Cesar ataupun normal hanyalah pilihan semata dimana tujuan akhirnya adalah melahirkan titipan-Nya yang harus dijaga sebaik mungkin. Saya pribadi mengucap syukur tiada terhingga karena diberi kesempatan merasakan kuasa-Nya dengan jalan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kelak kedua anak laki-laki titipan-Mu ini berahlak mulia, membawa keselamatan dunia-akhirat, berguna bagi keluarga, Nusa, Bangsa dan Agama. Amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next: ASIX&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-1403179961803215175?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/1403179961803215175/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=1403179961803215175' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/1403179961803215175'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/1403179961803215175'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2010/03/vbac.html' title='VBAC'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-2528374032290240148</id><published>2008-12-17T00:54:00.001-08:00</published><updated>2008-12-17T01:00:35.897-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Under Progress: Bed Cover Queen Size'/><title type='text'>Under Progress: Bed Cover Queen Size</title><content type='html'>Nah, ini sebenernya ketiga kalinya bikin patchwork. Cuma, yang ketiga kali ini dikerjain barengan suhu-ku. Bed cover yang pertama kali bikin cuma ada 8 block doang dan motif patchworknya juga  masih sederhana banget (persegi panjang). Patchwork yang kedua, rencananya bikin sarung bantal, tapi blom diterusin alias ga beres. Nah, yang ketiga ini pake kaen katun batik printing dan polos. Masih blom selesai juga. Tunggu tanggal mainnya yah.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-2528374032290240148?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/2528374032290240148/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=2528374032290240148' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/2528374032290240148'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/2528374032290240148'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/12/under-progress-bed-cover-queen-size.html' title='Under Progress: Bed Cover Queen Size'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-768266566340807670</id><published>2008-08-28T20:14:00.000-07:00</published><updated>2008-09-08T01:47:53.509-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akan Datang: Sarung Bantal Besar dari Batik'/><title type='text'>Under Progress: Sarung Bantal besar dari Batik</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SMTmbREshoI/AAAAAAAAADk/EtWTBhj62qs/s1600-h/DSCN1841.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SMTmbREshoI/AAAAAAAAADk/EtWTBhj62qs/s320/DSCN1841.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5243569222280054402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Toping sarung bantalnya baru aja selesai disatuin semua potongan kainnya, tapi blom disatuin sama dacron n backing-nya. Coba liat deh....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lengkapnya nanti ada di blog punya guruku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-768266566340807670?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/768266566340807670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=768266566340807670' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/768266566340807670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/768266566340807670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/08/akan-datang-sarung-bantal-besar-dari.html' title='Under Progress: Sarung Bantal besar dari Batik'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SMTmbREshoI/AAAAAAAAADk/EtWTBhj62qs/s72-c/DSCN1841.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-2372350676495529770</id><published>2008-08-24T21:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-28T20:13:38.986-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Napak Tilas di Pangandaran'/><title type='text'>Napak Tilas di Pangandaran</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a style="font-family: arial;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SLIzb1FlwxI/AAAAAAAAADM/BEkwqjP40Mk/s1600-h/DSCN1807.JPG"&gt;Pangandaran, Agustus 23~24' 2008&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dah lama banget nih ga ke pantai yang satu ini. Kalo ga salah terakhir kali tuh jaman sekolah atau kuliah gitu? lupa...........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu dateng ke Pantai ini, rasanya beda banget deh sama dulu. Rame banget di sepanjang pantai-nya.  Tiap ke Pangandaran, paling yang dikunjungi itu-itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasa, penginapan di Pantai Barat, cari sea food di Pantai Timur., cari sepupu (monyet! weleh, mengaku keturunan monyet?) di cagar alam, cari pasir putih bisa nyebrang naek perahu ato cari jalan tembus dari cagar alam. tinggal pilih mau kemana!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya kita sekeluarga ikut rombongan yayasan wastukencana yang ngadain darmawisata, so...gretong gitu. Lumayan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyampe di penginapan hari sabtu sore, just a couple hours before sunset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sunset&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Ga ane&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SLJBlFiFitI/AAAAAAAAADc/pdUxme7c2oQ/s1600-h/DSCN1813A.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 208px; height: 265px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SLJBlFiFitI/AAAAAAAAADc/pdUxme7c2oQ/s320/DSCN1813A.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238321421981420242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;h kan liat anak-anak sperti yang kesurupan kalo dah liat pasir dan air. Wuah, ga usah nunggu aba-aba dah langsung jumpalitan. Ga kaya ortunya, malu2 kucing, lama-lama kaya macan liat daging mentah juga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Paling seneng liat anak2 heboh. Ga peduli badan dan baju kotor. Langsung nyebur!!!&lt;br /&gt;Beneran yah, kalo hati senang, biar angin sekencang apapun, badan anakku fine-fine aja tuh. Sehat wal afiat. Padahal kalo di Bandung, sgala macem kata "jangan" dikeluarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari bada asar sampe ampir maghrib, tuh anak2 pada manteng terus di pasir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da maghrib sih dah kebayang sama sea food aja. Tapi ga jadi berburu, soalnya di penginapan juga makan malem, lauknya sea food juga. Lumayan enak koq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SLIzb1FlwxI/AAAAAAAAADM/BEkwqjP40Mk/s1600-h/DSCN1807.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SLIzb1FlwxI/AAAAAAAAADM/BEkwqjP40Mk/s320/DSCN1807.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238305869785318162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Sunrise&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, keesokan harinya. Jam 5 pagi, dah keluar penginapan. Langsung menuju pantai Timur. Pake becak lima ribu perak doang. Namanya juga Timur, ya kita liat sunrise dong. Asalnya sih kehalang awan dan sempet gerimis juga. Cuma jam enam-an awan dah ga ada, dan si pipi bundar dah keliatan banget. Kebetulan, waktu itu ga ada angin sama-sekali, jadi nongkrong lama2 juga nyaman aja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Ikan Asin Jambal Roti Cocok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pantai Timur ini emang gudangnya pedagang ikan, baik yang basah ataupun yang diasin. Tinggal pilih aja mau beli di kios yang mana, atau pedagang keliling juga ada. Berhubung sebelum pergi nanya2 dulu sama orang penginapan, jadinya kita ga mau ambil resiko salah ikan. Maklum, yang kita cari ikan asin jambal roti yang kalo digoreng muruluk. Katanya, ada beberapa macem ikan yang kemudian diasin trus dinamain Ikan asin jambal roti, salah satunya ikan caung. Cara bikinnya juga katanya beda. So, rasa dan hasilnya tiap ikan dan proses otomatis beda juga. Nah, yang katanya paling bagus itu namanya ikan asin jambal roti cocok. Dinamain cocok karena cara pembuatannya dicocokkin (apa sih, ga menerangkan banget! dicocokkin apa?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung kita langsung nemuin kiosnya Bpk H Abun, tepat di depan pantai timur. Di situ, selain ikan asin jambal roti, ada juga produk ikan asin/tawar kering lainnya. Jadilah, kita ngeborong, terasi, rebon tawar, krupuk udang, dll. Selesai belanja langsung pulang ke penginapan buat siap2 sarapan pagi dan bermain pasir lagi di pantai barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Surfing&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan surfing sih. Tapi gogoleran di atas bantalan busa berbentuk papan seluncur sambil munggungin ombak yang dateng dari laut menuju pantai. Duuuuh, ga ada jaim2-nya deh. Mo balita sampe nenek2 juga ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Sea Food Lover&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Pantai Timur, ada sebuah tempat yang didalamnya terdapat beberapa rumah makan seafood (kayaknya sih lebih dari 10 deh!). Setiap rumah makan umumnya menyajikan menu masakan sea food dadakan. Sea food mentahnya bisa dipilih sendiri oleh pembeli. Rata-rata sih sea food yang tersedia: bawal item/putih, udang, kakap, layur, cumi, lobster, kepiting, kuwe, apalagi yah?&lt;br /&gt;kemaren juga ga liat kerang-kerangan. Koq ga ada gurita juga ya? padahal aku pengen banget makan gurita kecil. Makan tentakelnya yang kecil tapi panjang, Sluuuurrrrp. Mmmmm...sedap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinggal pilih juga mau diolah dengan bumbu apa, asam manis yang segar, saos padang, goreng crispy, saos tirem, atau direbus doang. Jangan mimpi nemuin steam boat, ga nemu tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahal banget sih kepitingnya. Nyebelin deh, kepiting yang ada telornya aja nyampe 100ribu sekilo, isinya cuma 3 ekor doang. Tapi, berhubung penasaran, akhirnya beli juga.  Udang yang sejengkalan panjangnya 60 ribuan sekilo. Cumi 50ribu sekilo, Bawal item 60ribu juga sekilo. Semuanya dah masak. Mmmmmm yummy...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Temporary Tatoo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pulang dari hunting seafood, nyempetin lagi jalan nyusurin pedagang di sekitar pantai Barat. Anak2 pada pengen ditatoo. Gambarnya keren2 juga, jadi kepengen.&lt;br /&gt;Murah juga, untuk gambar kecil kira2 5-10 cm, ditawarin rp 10.000, tapi turun jadi rp7.500, soalnya yang ditatoonya 3 orang kurcaci. Baru mau digambar, udah ditelfon buat cepet pulang ke penginapan, soalnya Bus dah mau berangkat. Walah....aku ga kebagian di tatoo dong.&lt;br /&gt;Katanya sih tatoo itu tahan sampe 3 minggu, pewarnanya terbuat dari Henna India.&lt;br /&gt;Ceritanya, keukeuh pengen ditatoo, jadi bubuk henanya aku beli dikit buat di Bandung. Keuk...keuk....keukeuh kuadrat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt;Back to Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 255);"&gt;Hampir ketinggalan Bus, untungnya barang2 dah diangkutin ke bagasi. Nyampe di kursi Bus, langsung deh pada tidur, mana pada kucel abis kepanasan, ga sempet cuci muka dulu. We're coming back home. See ya....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-2372350676495529770?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/2372350676495529770/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=2372350676495529770' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/2372350676495529770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/2372350676495529770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/08/napak-tilas-di-pangandaran.html' title='Napak Tilas di Pangandaran'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_nrq7ZLKQo28/SLJBlFiFitI/AAAAAAAAADc/pdUxme7c2oQ/s72-c/DSCN1813A.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-8100006660774115980</id><published>2008-08-13T23:46:00.001-07:00</published><updated>2008-08-28T21:24:01.603-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Permainan Anak Tradisional'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='In memoriam'/><title type='text'>Under progress: Permainan Anak Tradisional, In memoriam</title><content type='html'>Disela-sela makan siang dengan teman kantor, iseng-iseng kita bernostalgia tentang masa kanak-kanak yang dipenuhi dengan berbagai macam permainan tradisional lengkap dengan lagu-lagu yang mengiringi permainan tersebut.&lt;br /&gt;Lucunya, lagu-lagu yang dinyanyikan, liriknya banyak yang beda meski irama dan permainannya sama. Kesimpulan awal sih, mungkin karena tempat asal saya da teman juga yang berbeda.&lt;br /&gt;Walhasil, tadinya mau bernostalgia, jadi ketawa-ketawa denger liriknya yang aneh-aneh banget.&lt;br /&gt;Kami berdua sama-sama lahir tahun 1974, jadi mungkin masa kanak-kanak kami tidak jauh berbeda, lain sekali dengan sekarang.&lt;br /&gt;Seingat saya, jamannya saya SD, pada waktu istirahat, lorong sekolah dan lapangan yang dahulu rasanya amat luas dipenuhi oleh anak-anak yang bermain, entah itu galah asin, gatrik, boy-boyan, sorodot gaplok, bebentengan, sondah, loncat tinggi, bekel dan lain sebagainya. Anak SD sekarang masih banyak yang ngikutin permainan gitu ga ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil coba-coba mengingat semua permainan di atas, mari kita coba review satu-persatu, bagi yang mau nambahin atau mengurangi dipersilakan:&lt;br /&gt;1. Galah Asin&lt;br /&gt;    Kita memerlukan minimal dua orang untuk bermain galah asin. Satu orang sebagai pemain, dan satu orang lagi yang menjaga garis. Jumlah garis minimal satu yang dibuat di lantai secara horisontal dengan panjang misalnya 2 meter. Pemain harus berhasil melewati garis ini, dan berpindah tempat tanpa kena sentuhan tangan penjaga. kalo kena nantinya jadi penjaga deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Gatrik&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;3. Boy-boyan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sorodot gaplok&lt;br /&gt;     Nah, untuk permainan yang satu ini, setiap pemain perlu 2 buah batu kali yang ukurannya kira-kira  5 x 7 cm. Batu pertama diletakkan dengan posisi berdiri dengan jarak sekitar 2-3 meteran di muka setiap pemain. BAtu yang kedua diletakkan di atas telapak kaki  kanan pemain, tepat di ujung kelima jari yang agak dilengkungkan ke atas untuk menahan batu tersebut.&lt;br /&gt;Dari jarak 3 meter yang telah ditentukan, pemain mulai melangkahkan kaki kiri ke depan. lalu kaki kanan, sambil diayun lalu batu yang ada di atas telapak kaki dilemparkan sampai mengenai batu yang ada di depannya  hingga batu tersebut jatuh tergeletak.&lt;br /&gt;Jadi, kita harus bisa mengira-ngira sejauh mana kaki kita harus melangkah, dan dengan kekuatan sebesar apa hingga batu yang terlempar dari kaki kita mampu menjatuhkan batu yang diincar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bebentengan&lt;br /&gt;    Untuk bermain "bebentengan" diperlukan beberapa pecahan genting tanah liat yang setiap kepingannya berukuran sekitar 3~4 x 3~4 cm. Nah, semua keping tersebut disusun secara vertical sehingga menyerupai menara.&lt;br /&gt;Lebih seru kalau pemainnya banyak. Satu orang jadi penjaga, yang lain jadi pemain.&lt;br /&gt;Salah seorang pemain ditunjuk untuk melempar benteng tadi menggunakan bola tenis hingga susunannya bercerai berai.  Kemudian, bersama dengan pemain2 lainnya berusaha menyusun kemabi pecahan genting tersebut seperti semula. Namun, hal tersebut tidak semudah yang dikira, karena penjaga akan berusaha menghalanginya dengan cara melempar pemain yang berusaha mendekati dan menyusun genting tadi. Pemain yang kena lemparan bola untuk sementara tidak bisa ikut bermain dan yang pertama kali kena menjadi penjaga benteng berikutnya. Begitu seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sondah/Engklek&lt;br /&gt;    Sebelum bermain, kita harus menentukan 7 block bujursangkar di atas lantai (kalau menggunakan ubin) sebagai berikut:&lt;br /&gt;- 5 block secara vertical&lt;br /&gt;- 2 block yang terletak di samping kiri dan kanan block vertical ke-4.&lt;br /&gt;Setelah ditentukan, kita juga memerlukan kepingan yang berasal dari pecahan eternit (langit2 rumah). Paling enak kalau pecahannya agak retak, jadi kalau dilempar tidak terlalu licin.&lt;br /&gt;Pemain lebih dari 2 orang. Makin banyak pemain, makin sulit memainkannya.&lt;br /&gt;Setiap pemain secara bergantian mendapat giliran bermain.&lt;br /&gt;Cara bermainnya: Seluruh pemain menyimpan kepingan di block-1, setelah menentukan urutan bermain dengan hompimpa, pemain pertama mulai bermain dengan cara meloncati block-1 yang berisi kepingan menuju block-2 dengan mendaratkan satu kaki saja di atasnya dan tidak boleh mengenai atau melewati garis batas block. Jika kena, berarti harus berhenti bermain dan menunggu giliran berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;to be continued&lt;br /&gt;7. Loncat tinggi&lt;br /&gt;8. Bekel&lt;br /&gt;9. Spintrong&lt;br /&gt;10. Congklak&lt;br /&gt;11. Ucing Sumput&lt;br /&gt;12. Kelereng&lt;br /&gt;13. Kasti&lt;br /&gt;14. Ronders&lt;br /&gt;15. Sumpit&lt;br /&gt;16. Any addition?&lt;br /&gt;Wah, ternyata banyak juga permainannya. Dan rata-rata, permainan di atas butuh energi yang banyak untuk mengikutinya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-8100006660774115980?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/8100006660774115980/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=8100006660774115980' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/8100006660774115980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/8100006660774115980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/08/coming-soon-permainan-anak-tradisional.html' title='Under progress: Permainan Anak Tradisional, In memoriam'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-1811082183924330931</id><published>2008-08-13T23:41:00.000-07:00</published><updated>2008-12-17T00:50:29.329-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My First Quilt...mmm so warm'/><title type='text'>My First Quilt....mmmm so warm</title><content type='html'>Woaheum....akhirnya quilt pertamaku selesai. Sebenernya sih multi fungsi, bisa jadi slimut ato bedcover juga buat ukuran tempat tidur anak (100 x 200 ). Tadinya aku buatin khusus untuk anak laki-lakiku yang baru 5 tahun 1 desember 2008 kemaren. Tapi, berhubung dia ga suka diselimutin, jadinya jadi bedcover doang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya motif block yang mau diambil "Rail Fence", cuma aku koq pengen kombinasiin ama motif laennya yang aku sendiri ga tau apa namanya. Hasilny bisa diliat di bawah ini. Berhubung baru pertama kali bikin, mohon dimaklum atas kekurangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Toping dan backingnya dari katun, liningnya dari dacron. Laen kali pengen coba pake silikon. Maunya sih pake cotton, cuma di Bandung blom nemu dimana toko yang jual. Kalo liat di website sih kayanya kudu import, tapi harganya muahaaaal banget.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-1811082183924330931?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/1811082183924330931/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=1811082183924330931' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/1811082183924330931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/1811082183924330931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/08/coming-soon-my-first-hand-made.html' title='My First Quilt....mmmm so warm'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-2376941902922223911</id><published>2008-08-03T00:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T23:41:10.951-07:00</updated><title type='text'>Nasi Kuning TK Al Hasan</title><content type='html'>" Waduh ".&lt;br /&gt;Itu dia kata pertama yang keluar dari bibirku waktu dikasih tau kalo Rabu besok adalah giliranku bikin makan untuk temen sekelas anakku yang baru masuk TK kecil. Parahnya, jenis makanannya dah ditentuin sekolah. Dan, aku kudu bikin nasi kuning lengkap bersama lauk dan pencuci mulut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hu...hu...hu...baru kali ini nih disuruh bikin masakan lengkap buat orang laen. Gimana dong. Ga Pe-De banget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah murid sekelasnya sih ga banyak, cuma 12 anak, tapi masa gurunya cengo? kasian amat. Paling ga kudu bikin buat 20 orang kali yah. Nah lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kudu belanja dari sekarang kali. Masalahnya, aku ga ada waktu ke Pasar kalo hari kerja. Ntar malem aja kali...Beruntungnya tinggal deket pasar Induk Gede Bage. Almost 24 hours, the market is open.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, kerjaan hari ini adalah cari dan banding2-in resep yang ada. Ga ada waktu untuk test drive dulu. Wong hari Rabu tinggal 2 hari. hu...hu.....&lt;br /&gt;Trus bikin daftar belanjaan dulu baru cabut ke Pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ocre deh, hasilnya ntar diposting. Mudah2-an tidak mengecewakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Report:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuk...keuk.... ga mau lagi bikin nasi kuning. Masalahnya cuma waktu aja, kalo hari libur sih oke-oke aja, tapi hari kerja kaya begini ternyata nguantuknya ga ketulungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, ga cuma 20 porsi ditambah orang rumah, saudara yang kebetulan deket rumahnya, ama temen di kantor juga kebagian nyicipin. Hi...hi....sumpah ga pede. Biarlah, enak ga enak, yang penting ga keracunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi ceritanya, selain nasi kuning, pelengkapnya yang laen ya ayam goreng lengkuas, sambel goreng kering tempe, perkedel cincang-kentang, krupuk udang dan buah jeruk sebagai pencuci mulut. Wuah kenyang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarpun malemnya dah bikin dan tumis semua bumbu, tetep aja keesokan paginya riweuh bin ribet. Alhasil, dateng ke kantor telat banget. Biarlah, sekali-kali.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-2376941902922223911?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/2376941902922223911/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=2376941902922223911' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/2376941902922223911'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/2376941902922223911'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/08/coming-soon-nasi-kuning-tk-al-hasan.html' title='Nasi Kuning TK Al Hasan'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-8097910488957339425</id><published>2008-07-16T23:50:00.000-07:00</published><updated>2008-07-26T19:40:37.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='3 Days 2 Nights in Yogyakarta'/><title type='text'>3 Days 2 Nights in Yogyakarta</title><content type='html'>Ide untuk pergi ke kota yogyakarta di jawa tengah bermula dari datangnya liburan anak sekolah. Meski usia anak baru 4 tahun 7 bulan, rasanya menyenangkan bawa dia jalan-jalan ala semi backpacker. So, jauh sebelum pembagian raport pencarian informasi sudah dimulai.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="Section1"&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Mulai dari transportasi, berdasarkan beberapa pilihan antara lain pakai bus, travel car (minibus), kereta api atau mobil. Akhirnya diputuskan untuk menggunakan kereta api menimbang ongkos dan kenyamanan perjalanan pulang dan pergi yang lumayan jauh. Berdasarkan pengalaman waktu kuliah dulu, di musim liburan sekolah, dapet tiket kereta api lumayan susah kalau kita beli pas hari keberangkatan. So, sebelum sempat googling tempat wisata yang akan dikunjungi di yogya, langsung deh meluncur ke stasiun kereta api bandung dan beli 3 buah tiket pulang pergi. Untung cepet-cepet beli, bayangin aja, sekitar 3 minggu sebelum kerangkatan aja cuma tersisa beberapa seat. Lucky me! masih kebagian tempat duduk dalam satu jajar.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhubung tiket sudah dibeli, tidak ada lagi kata2 "mundur". So, bergegaslah browsing  penginapan. Masalahnya, kalau cari murah buanyak banget, tapi kalau murah sekaligus nyaman, itu yang rada-rada repot. Yaaaah, ada duit ada kualitas, sedangkan yang aku mau duit pas-pasan dapet kualitas yang bagus (he….he…kemaruk)&lt;br /&gt;Dari sekian banyak penginapan (hotel, guest house, homestay), pilihan jatuh sama satu  guest house yang  bisa mengakomodasi semua  kriteria antara lain, tidak terlalu jauh dari tempat wisata,  fasilitas internalnya yang cukup, mudah dijangkau sarana transportasi umum (becak, andong, bis kota), Dll. Booking langsung deh untuk 2 malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir dicari adalah sarana transportasi yang bisa kita pakai untuk menjangkau daerah wisata yang lumayan jauh sampai ke luar kota yogyakarta. Thanks to google, ada satu rental car yang lumayan, dipandang dari harga, jumlah jam sewa dan fasilitas tambahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hal utama di atas yang kudu dipastikan sebelum keberangkatan sudah fix semua.&lt;br /&gt;Lo? masalah duit kelupaan deh....He..he...he....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Catatan Perjalanan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;            Jam tujuhan malam, saya, suami dan anakku sudah stand-by di stasiun Bandung bagian Utara menunggu keberangkatan kereta api Lodaya jam 20.00. Berhubung pulang dari kantor belum makan malam, jadinya beli hokben paket, itu juga seadanya (keabisan pilihan). Seperempat jam sebelum kereta berangkat, kita dah duduk di tempat masing-masing. Wuiiih, musim liburan gini, semua seat penuh penumpang, cuma sebelahku aja yang kosong. Lucky me!!!&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH727YmXiUI/AAAAAAAAAA8/Rc9gYgt5pig/s1600-h/DSCN1451.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 418px; height: 240px;" src="http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH727YmXiUI/AAAAAAAAAA8/Rc9gYgt5pig/s320/DSCN1451.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223884117872445762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;                                                                        &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Stasiun Bandung&lt;/span&gt;               &lt;br /&gt;           &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;AC keretanya dingin banget, untung aja bawa jaket dan kaos kaki. Dikasih selimut dan bantal pula. So, cepet-cepet cari posisi tidur yang paling nyaman. Ngga lama sejak kereta mulai berjalan, aku dah tidur dengan posisi melingkar kayak ulat. Duuuh enaknya. Sayang, belum begitu lama tidur, pramugara kereta nyolek kaki bangunin aku soalnya ada penumpang baru yang mau duduk. Mau ga mau, posisi tidurnya berubah jadi duduk sampai tiba di stasiun Tugu jam 04.20. Meski rasanya bisa tidur dan sempet mimpi segala, tapi kok berasa cape yaah? Lumayan pegel juga kaki, gara-gara ngegantung lama kali. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari Ke-1&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;1. Stasiun Tugu&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Baru aja sampai di stasiun Tugu, adzan subuhpun berkumandang dari mesjid kecil yang ada di dalam stasiun. Bergegas kita cari kamar mandi yang letaknya di bagian belakang stasiun bersebelahan dengan mesjid. Setelah buang air kecil dan mengambil air wudlu terus shalat subuh. Mungkin karena masih subuh, airnya terasa lumayan dingin dan ga terlalu jernih dan rasanya agak tawar. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;        Setelah selesai shalat subuh, kita keluar dari stasiun dan menunggu jemputan dari rental mobil Berlian yang dijanjikan jam 6 pagi. Berhubung masih lama, akhirnya kita jalan-jalan ke depan stasiun menuju jalan malioboro, lalu berhenti dan duduk di bangku kayu yang ada tepat di depan Kantor DPRD Yogyakarta. Seorang tukang becak namanya pak Umar datang menghampiri dan menawarkan jasanya untuk mengantar kami keliling kota. Sebetulnya, kami memang punya rencana untuk berkeliling kota memakai becak, tapi itu rencana untuk hari kedua. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Hari pertama ini, lokasi tujuan kami jauh dari pusat kota. &lt;/span&gt;So, mohon maaf, kami ga bisa pakai jasanya pak Umar yang ramah ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;            Tidak lama menunggu, mobil Avanza berwarna silver berhenti di depan kita, seorang sopir berperawakan sedang, berkulit sawo matang memakai jaket kulit hitam keluar dari mobil dan menghampiri kita. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Sopir bernama Pak Irwan inilah yang kemudian mengantar kita langsung menuju Candi Borobudur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;2. Candi Borobudur, Candi Budha peninggalan terbesar abad ke-9&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;    Dari Malioboro, kita berbalik arah melanjutkan perjalanan menuju Candi Borobudur . &lt;span style="" lang="FR"&gt;Melintasi jalan raya Magelang yang masih terasa lengang dan mulai terasa hangatnya sinar matahari masuk ke dalam mobil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;    Berhubung Pak Irwan termasuk tipe orang yang suka bercerita, jauhnya perjalanan yang lebih dari 40km tidak begitu terasa jadinya. Sepanjang perjalanan, kita bisa temui banyak pedagang patung dan kerajinan yang terbuat dari batu Candi. Mulai dari yang berukuran kecil (cobek) sampai patung yang besar dan tingginya sebesar anak gajah lumayan membuat mata kita melirik. Melihat kerajinan batu candi ini mengingatkan saya pada masa-masa sekolah dulu. Setiap ada karyawisata ke Yogyakarta, ibuku pasti beli atau titip oleh-oleh berupa cobek (wualah....beuratnya tas waktu dibawa pulang)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;    Sebelum tiba di Candi Borobudur, kita melewati candi Mendut yang berukuran kecil. Hanya beberapa gelintir orang saja terlihat di sana. Kawasan Candi Mendut juga tidak begitu luas bahkan mungkin lebih kecil dari lapangan sepak bola.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH76ZGPsMAI/AAAAAAAAABE/q-jt1GUTFDY/s1600-h/DSCN1494.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH76ZGPsMAI/AAAAAAAAABE/q-jt1GUTFDY/s320/DSCN1494.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223887926876450818" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pukul 08.00, kita sudah sampai di pelataran parkir Candi Borobudur yang dipenuhi oleh pedagang kerajinan tradisonal Jawa yaitu batik, wayang, perhiasan, dll, kita langsung membeli tiket dan masuk. Panas matahari mulai terasa menyengat. Untungnya ada layanan jasa kereta mini yang mesinnya menggunakan mesin diesel truck menuju muka Candi Borobudur. Waaaaah, paling enak duduk di belakang masinis (atau sopir?). Dalam hitungan menit kita sudah sampai di depan Candi Borobudur. Butuh beberapa langkah saja menuju kaki candi yang terletak di ketinggian. Lumayan tersengal-sengal juga menapaki anak tangganya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt;            &lt;/o:p&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Candi Borobudur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;    Sayang, meski masih termasuk kedalam salah satu peninggalan Dunia yang dilestarikan , saat ini Borobudur tidak lagi termasuk dalam Tujuh Keajaiban Dunia. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;                    Menceritakan kembali dari yang tertulis di situs www.Yogyes.com, Candi ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha. &lt;/span&gt;Menurut sejarah, Borobudur dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Berdasarkan prasasti Kayumwungan, seorang Indonesia bernama Hudaya Kandahjaya mengungkapkan bahwa Borobudur adalah sebuah tempat ibadah yang selesai dibangun 26 Mei 824, hampir seratus tahun sejak masa awal dibangun. Nama Borobudur sendiri menurut beberapa orang berarti sebuah gunung yang berteras-teras (&lt;i&gt;budhara&lt;/i&gt;), sementara beberapa yang lain mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt; tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Tinggi bangunan Borobudur 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. &lt;/span&gt;Bangunan yang berbentuk punden berundak ini terdiri dari 10 tingkat, yaitu:&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;6 Tingkat paling bawah yang berbentuk bujur sangkar:&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kamadhatu : Bagian dasar yang melambangkan manusia yang masih terikat nafsu&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Rupadhatu: Melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkatan ini patung Budha diletakkan terbuka&lt;/p&gt;  &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;3 Tingkat di tengah yang berbentuk lingkaran (Aruphadatu): melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang&lt;/p&gt;   &lt;p style="margin-left: 0.5in; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;1 Tingkat teratas yang berupa Stupa Budha menghadap ke Barat(Arupa) melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.25in;"&gt;    Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap tingkatan di atas melambangkan tahapan kehidupan manusia yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 153, 102);"&gt;&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang).&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt; Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikitari rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Dasarnya adalah prasasti Kalkutta bertuliskan 'Amawa' berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi. Beberapa yang lain mengatakan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi.&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt; Dengan segala kehebatan dan misteri yang ada, wajar bila banyak orang dari segala penjru dunia memasukkan Borobudur sebagai tempat yang harus dikunjungi dalam hidupnya. Selain menikmati candinya, anda juga bisa berkeliling ke desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo untuk melihat aktivitas warga membuat kerajinan. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Anda juga bisa pergi ke puncak watu Kendil untuk dapat memandang panorama Borobudur dari atas. Tunggu apa lagi? Tak perlu khawatir gempa 27 Mei 2006, karena Borobudur tidak terkena dampaknya sama sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Selain objek wisata utama Candi Borobudur, terdapat juga museum-musem di sekitarnya, salah satunya museum Unik dan Langka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;3. Museum Unik dan Langka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Setelah puas menjelajahi Candi Borobudur dan berfoto ria di sekitarnya, tepat di bawah tangga keluar kawasan Candi kita disambut oleh banyaknya baliho mengenai Museum Unik dan Langka yang dipasang sepanjang jalan setapak menuju museum. Di depan museum, kami dipersilakan masuk oleh seorang pramuwisata.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Selain baliho tadi, kami juga melihat segala macam spanduk yang menawarkan produk jamu keluaran perusahaan Jamu Jago pimpinan Jaya Suprana yang ternama itu. &lt;/span&gt;Begitu pula sesampainya di dalam museum, kita dapat temui beratus dokumentasi pemecah rekor MURI dan Guinnes Book of Record. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt;Sepertinya museum inipun disponsori pengusaha Jamu Jago tersebut, apalagi tepat di muka pintu museum yang merupakan bangunan bertingkat dua ini terdapat gerai minuman jamu produk jamu jago. &lt;/p&gt;   &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt;Di tingkat pertama, kita temui berbagai macam ukiran tradisional Indonesia mulai dari wayang golek, patung suku asmat, topeng, topeng terkecil yang disimpan dalam kaca dan baru jelas terlihat jika kita melihat kedalamnya menggunakan kaca pembesar yang disediakan.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt;Yang menarik perhatian saya, yaitu lukisan bakar atau abu ya? Lupa. Yang pasti lukisan itu terdiri dari dua macam warna saja yaitu putih sebagai dasar kain kanvas dan satu macam lagi warna coklat kehitaman yang didapat dari cara membakar obat nyamuk bakar yang disentuhkan ke kanvas sambil ditiup-tiup sehingga menghasilkan gambar yang artistik dan sangat hidup. Nama pelukisnya saya lupa,yang jelas dia juga termasuk ke dalam rekor MURI. Lukisan ini diletakkan tepat sebelum anak tangga menuju ke lantai 2.&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;        Di lantai dua, selain karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, juga banyak terdapat foto dokumentasi pemecah rekor nasional dan internasional. Isi dokumentasinya memang unik dan langka. Ada juga sebuah buku cerita berukuran sangat besar, setiap halamannya lebih besar dari daun pintu (berat banget kali yah bolak-balik halamannya), ada juga sebuah kemeja batik raksasa yang beratnya mencapai 3 angka (baca: ratusan kg). Wah, pokonya macam-macam deh….&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;        Di museum ini, kami hanya menghabiskan waktu sebentar saja berhubung masih belum makan nasi (di stasiun tugu sih udah sarapan roti), jadi rasanya ingin cepat-cepat menuju tempat makan yang enak.&lt;/p&gt;   &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt;Pak Irwan mengantar kami ke sebuah restoran prasmanan di jalan raya Magelang. Di sana kami makan lumayan lahap. Sop buntutnya uenak tenan, oseng daun pepayanya juga segar dan ngga pahit, telur puyuh bumbu kecap, ayam bakar, sambel goreng kentang dan tempe, belum lagi ditambah cha kikil yang gurih dan legit di lidah. Ditutup dengan es jeruk dan the botol sebagai penetralisasi lemak. Mmmmmmm…..Semuanya hanya Lima Puluh enam ribu rupiah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;4. Jum’atan di Sleman&lt;/p&gt;   &lt;p&gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;        Berhubung waktu sudah menunjukkan jam sebelas-an, kami memutuskan untuk mampir ke mesjid terdekat untuk shalat jum’at. Dipilihlah Masjid Raya Sleman yang bangunannya sangat khas masjid jaman dahulu yang terdiri dari dua pundak atap dan  disokong oleh satu pilar besar di dalam mesjid. Banyak juga yang jum’atan di sana. Selama lebih dari sejam berada di mesjid yang halamannya cukup luas dan dipenuhi pepohonan yang menaungi mobil dari panas matahari yang lumayan menyengat dan silau.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-indent: 0.5in;"&gt;Awalnya kami berencana untuk mengunjungi Tugu Monumen Yogya Kembali, tapi ketika sampai di pelataran parkir yang terlihat hampir kosong dan melihat kearah museum yang juga kelihatan sepi pengunjung, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkan saja perjalanan menuju Pusat Kerajinan Perak di Kotagede. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;4. Kotagede&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                        &lt;/span&gt;        Untuk menyingkat waktu, Kami meminta Pak Irwan untuk mengantar kami hanya ke sebuah pusat kerajinan Perak yang paling terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan asing atau domestik yaitu Anshor’s Silver. Pelataran parkir yang terletak di muka toko ini, agak menanjak dan tidak terlalu luas. Dibanding toko-toko lain, Anshor’s silver ini memang kelihatannya lebih ramai. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Bangunannya terdiri dari 3 bagian utama, yaitu samping depan kiri adalah toko, tengahnya restoran, dan samping depan kanannya gudang dan kantor, ada juga toko makanan kecil.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;        Tujuan utama sih ke toko peraknya. Di bagian dalam toko ini terdapat ruangan produksi kerajinan perak yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung toko. Semua kerajinan dari perak dipajang di etalase-etalase yang tersebar di setiap bagian toko. Banyak sekali macamnya, mulai dari perhiasan terkecil berupa anting, cincin, gelang, sampai ke peralatan makan sendok, gelas, piring, nampan, dll, juga miniatur-miniatur objek wisata khas yogyakarta seperti candi borobudur, prambanan, dan yang lainnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Rentang harga yang dibandrolpun sangat bervariasi mulai dari yang termurah Rp. 20,000 sampai yang harganya puluhan juta tersedia. Melihat persediaan duit terbatas tapi keukeuh ingin punya kenang-kenangan, akhirnya beli yang imut-imut aja sekalian buat oleh-oleh keponakan yang centil-centil. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in;"&gt;Setelah puas melihat-lihat, waktu masih menunjukkan jam dua-an, so masih banyak waktu untuk menuju Pusat Kerajinan Batik yang terletak di dekat jalan Prawirotaman. Ada beberapa toko yang sekaligus dijadikan showroom pembuatan batik secara langsung. Kamipun mengunjungi salah-satunya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;5.Belajar Batik&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;                      Kami memasuki salah satu toko saja. Di dalam toko ini terpajang berbagai produk batik dari batik tulis, cap, atau gabungan keduanya yang diaplikasikan pada beberapa macam kain yaitu katun , rayon dan sutra alam yang memang paling cocok untuk dibatik. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Harga yang dibandrol lumayan mahal juga. &lt;/span&gt;Untuk ukuran sebuah celana panjang batik gombrang terbuat dari katun harga yang paling murah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rata-rata 150 ribuan ke atas. Kain katun panjang dan sarung untuk wanitapun paling murah 200 ribuan.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="Section2"&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                                                                          &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH8AeXAvQwI/AAAAAAAAABM/GXjSkvsqz7A/s1600-h/DSCN1497.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 334px; height: 182px;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH8AeXAvQwI/AAAAAAAAABM/GXjSkvsqz7A/s200/DSCN1497.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223894614346253058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;     &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;                             &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Rangkaian Proses Membatik&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;                             (baca mulai dari kanan ke kiri)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studio pembuatan batik terletak di bagian paling belakang toko. Setiap pengunjung yang ingin belajar membatik sederhana di atas sepotong kain ukuran paling besar seukuran kertas folio ini dikenakan biaya sebesar 25 ribu rupiah perlembar.&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;       &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH8DJzaWUiI/AAAAAAAAABU/bawpco4F83U/s1600-h/DSCN1500.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 156px;" src="http://bp2.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH8DJzaWUiI/AAAAAAAAABU/bawpco4F83U/s200/DSCN1500.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223897559727493666" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Proses Mencanting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Semua proses pembuatan batik sederhana diikuti oleh para siswa. Mulai dari menggambar bentuk dengan pinsil di atas kain katun, mencanting (menorehkan lilin/malam batik di atas gambar), mencelup kain yang telah selesai dicanting, menghilangkan lilin dengan cara memasukkan kain ke dalam air panas sehingga lilinnya lepas dan selesailah proses membatik secara sederhana tersebut. Seru banget…..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah puas mencoba membatik, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Parangtritis.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;6. Pantai Depok, Parangtritis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Dari jalan raya Parangtritis di Yogyakarta, mobil melaju kencang ke arah selatan, melewati kota Bantul yang tahun 2006 luluh lantak ditimpa gempa dengan kekuatan 5.8 skala richter. Masih terlihat beberapa bangunan di pinggir jalan yang belum diperbaiki. Menurut Pak Irwan, jalan raya aspal yang kita lewati ketika gempa terjadi malah terbelah. Tapi jangan khawatir, jalan rayanya sekarang amat sangat mulus dan enak dilewati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Kami ingin mencoba mengunjungi pantai lain yang berdekatan dengan Parangtritis yaitu Pantai Depok. Pantai ini terletak tepat sebelah kanan pantai Parangtritis dari arah Yogya. Jalan Rayanya mulus dan bagus, meskipun lebar jalannya agak kecil dan belum begitu banyak bangunan di samping kiri-kanan jalannya. Agak sepi memang. Malah, sebelumnya kami pikir di pinggir pantainyapun pasti hanya sedikit pengunjungnya. Ternyata dugaan itu salah. Sesampai di gerbang pantai, menuju pelataran parkir, sudah terlihat lumayan penuh oleh kendaraan pengunjung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH8GhvlWQtI/AAAAAAAAABc/cQNyFD54F7o/s1600-h/DSCN1514.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH8GhvlWQtI/AAAAAAAAABc/cQNyFD54F7o/s320/DSCN1514.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223901269551629010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;                         &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pantai Depok&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Memang, dibanding Pantai Parangtritis, pantai ini tidak terlalu luas, pedagangnya hanya sedikit. Oleh karena tidak terlalu banyak pengunjung lalu lalang, rasanya enak dan nyaman. Ada beberapa orang bermain layang-layang ukuran besar. Sebelum sampai di bibir pantai, banyak perahu nelayan parkir. Ombak dan anginnya lumayan besar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Untuk ukuran pantai selatan, Kawasan sekitar Parangtritis ini, termasuk pantai Depok memang berbahaya untuk dijadikan tempat berenang, main air sekalipun, karena pantainya termasuk pantai yang curam dimana terdapat palung yang dalam tepat setelah bibir pantainya. Memang kalau diperhatikan, antara pasir di pinggiran pantai dan laut itu berjarak sangat dekat (terlihat dari warna air laut yang tembus pandang). Tidak ada seorangpun pengunjung terlihat berenang. Semuanya hanya berani bermain pasir, layang-layang dan berlarian jika ombak besar datang. Seru juga…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Puas bermain pasir, kami mandi di kamar mandi umum yang ada di sekitar pantai. &lt;/span&gt;Meski masih jam 5-an, tapi cacing dalam perut kami sudah berontak. Kamipun, bergegas memesan sea-food yang disediakan sebuah rumah makan lesehan yang terletak di paling depan, berhadapan dengan pantai. Sambil menunggu makanan disajikan, kami menikmati sunset meski agak kedinginan akibat angin yang sangat kencang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Menu yang kami pesan adalah Kakap merah bakar, Bawal hitam goreng garing, Cumi asam manis pedas (masing-masing ½ kg), nasi dan teh panas manis untuk 4 porsi, dilengkapi dengan sambal kecap dan terasi serta lalab kemangi dan mentimun. Semuanya kurang dari 75 ribu rupiah saja. Waaaa………..sedap.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;7. Kampung Turis Prawirotaman&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;  Tepat waktu maghrib kita sudah tiba di jalan Prawirotaman. Kawasan ini terkenal dengan nama “Kampung Turis” karena disini terdapat banyak sekali Penginapan dari, homestay, guest house sampai hotel. Kita juga bisa dengan mudah menjumpai turis asing berlalu lalang di sekitar jalan ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" style="'width:351pt;height:217.5pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\a\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image013.jpg" title="DSCN1555"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH8Jg0UFiZI/AAAAAAAAABk/v8CX6f5niaw/s1600-h/DSCN1555.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 282px;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH8Jg0UFiZI/AAAAAAAAABk/v8CX6f5niaw/s320/DSCN1555.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223904552176421266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;                                    &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Duta Guest House&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah sampai di “Duta Guest House” tempat kami menginap, kami langsung check-in dan menuju kamar berukuran standar double dengan pemandangan taman dan kolam renang tepat di depan kamarnya. Fasilitas lain yang ada di penginapan ini adalah AC, bathtub, handuk setiap hari ganti, sabun dan makan pagi untuk dua orang (anak dibawah 5 tahun tidak dikenakan biaya tambahan), juga ngga kalah penting fasilitas internet gratis yang bisa dipakai bergantian mulai dari jam 10 pagi. Lumayan untuk browsing objek wisata atau lainnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Malam ini, kami hanya beristirahat saja di penginapan. Setelah seharian berkeliling, hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidur saja yang ingin kami lakukan untuk mempersiapkan tenaga baru buat keesokan hari yang rencananya mengunjungi objek wisata dan kuliner di seputar pusat kota yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Hari Ke-2&lt;br /&gt;1.  Taman Sari Water Castle&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Mengawali hari dengan berenang, itulah yang dilakukan anak semata wayangku. Berhubung perlengkapan renang sudah dipersiapkan dari Bandung, jadilah acara berenang yang menyenangkan. Meski kolam renang di penginapan tidak terlalu besar, namun cukup memadai. Selesai acara berenang dan semua sudah sarapan pagi dengan nasi goreng dan roti selai, kamipun siap-siap berangkat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Di muka penginapan, sudah ada seorang tukang becak menawarkan jasanya. Dia seorang kakek-kakek yang masih sehat walafiat dan sudah menjalani profesi sebagai tukang becak selama 27 tahun. Meski ketujuh anaknya sudah mandiri bahkan ada yang tinggal di Seattle USA, mbah Jan nama tukang becak ini, tidak mau berhenti dari pekerjaannnya. Bagi dia, merupakan kepuasan tersendiri mendapatkan uang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;dari hasil keringat sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" style="'width:378pt;height:282.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\a\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image015.jpg" title="DSCN1558"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBdk-kjjBI/AAAAAAAAABs/0mBXxmsC3IU/s1600-h/DSCN1559.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBdk-kjjBI/AAAAAAAAABs/0mBXxmsC3IU/s320/DSCN1559.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224278457602771986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 2in; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;                                     &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alun- Alun Selatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Dari penginapan, kita langsung menuju area keraton. Memasuki gerbang menuju Alun-alun selatan, kami melihat ada dua buah pohon beringin besar berada tepat di tengah alun-alun. Jarak antara dua beringin ini sekitar 12 meteran, mungkin lebih. Menurut cerita mbah Jan, jika malam hari banyak sekali orang berkumpul di alun-alun ini untuk mencoba berjalan (dengan keadaan mata tertutup) melalui celah di antara kedua beringin ini. Ajaibnya, sangat jarang orang yang bisa melewatinya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Cerita tersebut bikin penasaran untuk mencoba saat itu juga. Lucu sekali, selagi suami saya mencoba, saya perhatikan sambil merekam langkahnya memakai digicam. Sekitar lima meter awal, langkahnya masih lurus tetapi apa yang terjadi kemudian? Tiba-tiba dia berbelok sekitar 45 derajat ke arah kiri. Kalau diteruskan, pasti membentur dinding pembatas pohon beringin yang berada di sebelah kiri. Sebanyak tiga kali dicoba, terus gagal seperti itu. Weleh, ada-ada aja. Berbeda dengan yang dilakukan suami, ada seorang pengunjung lainnya mencoba dengan cara berlari, dan dia berhasil melewatinya. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Setelah mencoba dan gagal, kamipun melanjutkan perjalanan menuju Taman Sari Water Castle yang tidak jauh dari alun-alun selatan. Setelah membeli tiket, tanpa diminta seorang lelaki setengah baya menghampiri dan langsung menyertai kami sambil menceritakan sejarah Taman Sari tersebut. Rupanya dia seorang pramuwisata. Memasuki gerbang utama, kami melayangkan pandangan ke sekeliling taman yang dipenuhi tanaman dan pohon yang subur dan rindang, baik yang ditanam di dalam vas besar yang terbuat dari semen, maupun langsung ditanam di tanah. Kalau diperhatikan, pintu-pintu, baik yang terbuka maupun berdaun pintu, kebanyakan tidak terlalu tinggi, bahkan seringkali kita harus melewatinya dengan menundukkan kepala untuk menghindari benturan. Tindakan melewati gerbang dengan agak menundukan kepala ini ternyata memiliki filosofi bahwa sebagai manusia, kita itu harus selalu sopan dan rendah hati. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Area Taman Sari ternyata cukup luas, didalamnya terdapat kolam pemandian yang lumayan besar dan dilengkapi dengan tempat peristirahatan. Ceritanya , Sultan bersama dengan seorang selir yang sebelumnya telah dia pilih untuk mandi bersama di pemandian  dan setelah itu baru beristirahat di tempat ini. Letak bangunan peristirahatan ini ada di sebelah kiri dari pintu gerbang masuk ke kolam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBfLVWJFvI/AAAAAAAAAB0/VS10bxHo9zQ/s1600-h/DSCN1572.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 246px;" src="http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBfLVWJFvI/AAAAAAAAAB0/VS10bxHo9zQ/s320/DSCN1572.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224280216062990066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ruangan untuk beristirahat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Yang menarik perhatian saya adalah sebuah kamar yang &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;letaknya di sebelah kiri di dalam bangunan peristirahatan Sultan. Di dalamnya terdapat dipan terbuat dari kayu. Di bawah dipan tersebut, ada tiga lubang seperti tungku. Ternyata, memang fungsinya sebagai tungku pemanas dimana arang (kayu bakar?) dimasukkan di dalamnya sehingga dipan diatasnya terasa hangat. Weleh… weleh…. panasnya seperti sauna ngga ya? Atau supaya serasa hangat saja (dulu yogya dingin ngga ya?) setelah mandi di kolam.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1034" type="#_x0000_t75" style="'width:324pt;height:198pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\a\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image019.jpg" title="DSCN1574"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBgcTwAG4I/AAAAAAAAAB8/f9sdeFfBELk/s1600-h/DSCN1574.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBgcTwAG4I/AAAAAAAAAB8/f9sdeFfBELk/s320/DSCN1574.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224281607203986306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;Di depan kamar ini ada kamar yang berfungsi sebagai tempat menyimpan dan ganti baju. Ada Rak penyimpanan juga. Keren deh…&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ruangan penyimpanan dan ganti baju &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Bangunan yang terdiri dari tiga tingkat ini, tingkat ke-2 dan ke-3 nya digunakan sebagai tempat untuk menikmati pemandangan sekitar sekaligus tempat pengawal menjaga keamanan. Di setiap tingkatnya terdapat jendela besar berteralis kayu lurus secara vertical. Dari balik teralis tersebut kita bisa melihat keseluruhan bagian pemandian.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1035" type="#_x0000_t75" style="'width:324pt;height:243pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\a\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image021.jpg" title="DSCN1580"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBiA74CpTI/AAAAAAAAACE/giJZ-_aVgMI/s1600-h/DSCN1583.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBiA74CpTI/AAAAAAAAACE/giJZ-_aVgMI/s320/DSCN1583.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224283335962043698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;                &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pemandangan pemandian diambil dari tingkat dua&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Di sekitar kolam pemandian dipenuhi juga dengan pot besar berisi tanaman. Rasanya membuat kita ikut membayangkan bagaimana suasana pemandian pada jaman dahulu kala. Duuuh, jadi kayak dongeng putri.&lt;/span&gt; Setelah puas menelusuri setiap bagian bangunan, kami melanjutkan perjalanan menuju gerbang berikutnya. Jangan lupa menunduk!&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Di bagian belakang taman sari terdapat sebuah rumah yang dipakai sebagai showroom lukisan batik. Lukisan-lukisan ini hasil karya penduduk setempat. Berhubung bukan produk massal, harganya lumayan mahal. Untungnya kita bisa melakukan penawaran dan saya menawar lebih dari 65% dari harga semula. Dan ternyata berhasil. Senangnya….atau jangan-jangan masih kemahalan juga?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Bapak Guide (lupa, ngga nanyain nama) mengajak kami melanjutkan perjalanan keluar dari areal Taman Sari menuju perkampungan di sekitarnya. Semula kami keheranan, memangnya mau dibawa kemana lagi? Ternyata ada sebuah bangunan yang berfungsi sebagai tempat putri mengambil air wudlu. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBkWiZdKoI/AAAAAAAAACM/FI0ID81L4Jc/s1600-h/DSCN1590.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 217px;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBkWiZdKoI/AAAAAAAAACM/FI0ID81L4Jc/s320/DSCN1590.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224285906103249538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Untuk memasuki sumber air tersebut, kita harus turun melewati lorong dengan beberapa puluh anak tangga.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Lorong dan bangunan ini dilindungi oleh dinding bata bersemen yang tebal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1038" type="#_x0000_t75" style="'width:225pt;height:264.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\a\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image027.jpg" title="DSCN1593"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Lorong masuk tempat wudlu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBl0yswIQI/AAAAAAAAACU/YaI9N_DtSNI/s1600-h/DSCN1593.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIBl0yswIQI/AAAAAAAAACU/YaI9N_DtSNI/s320/DSCN1593.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5224287525386854658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sesampainya di bagian paling dasar dimana tempat mengambil wudlu tersedia, kami memandang kearah atas dimana atap yang berada di tengah bangunan yang seharusnya menutupi tempat itu sudah tidak ada, hancur akibat gempa tahun 2006. Sayang juga, tapi ada baiknya juga, tempatnya jadi terang, tidak gelap seperti gua.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;                                                                                                                                      &lt;span style="font-style: italic;"&gt;                                                                Tempat Wudlu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Setelah tempat wudlu masih ada dua bangunan lain yang salah satunya tinggal puing-puing belaka, dan bangunan lainnya berupa lorong panjang berbenteng sebagai jalan keluar putri keraton yang kemudian dijemput oleh sultan di luar gerbang. Berasa napak tilas nih….&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIP9171NGoI/AAAAAAAAACc/ew0-_2UXEAY/s1600-h/DSCN1610.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIP9171NGoI/AAAAAAAAACc/ew0-_2UXEAY/s320/DSCN1610.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225299095715650178" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Lorong jalan keluar merupakan bangunan terakhir di luar Taman Sari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar Mbah Jan sudah menunggu kami untuk melanjutkan perjalanan menuju Kraton Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.  Kraton Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIP_NkZns5I/AAAAAAAAACk/QcZCgnWgEYQ/s1600-h/DSCN1635.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIP_NkZns5I/AAAAAAAAACk/QcZCgnWgEYQ/s320/DSCN1635.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225300601254425490" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Di halaman masuk Kraton Yogya, sudah banyak pengunjung yang datang. Baik rombongan maupun perseorangan, baik asing maupun domestik. Setelah membeli tiket masuk, kami bergegas menuju gerbang dan langsung masuk ke halaman keraton. Setiap hari minggu, pihak keraton menyelenggarakan pertunjukkan wayang kulit yang bisa dinikmati pengunjung.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1.5in; text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Pertunjukan Wayang Kulit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Di sekeliling keraton bagian dalam bisa ditemukan museum-museum yang isinya berupa segala macam koleksi keraton dari jaman jauh sebelum Sultan Hamengku Buwono IX. Pokoknya lengkap deh sampai ke sisa merica butiran dari dapur pun ada terpajang.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;4.  Gudeg Wijilan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Hari sudah menunjukkan lewat dari jam 12. &lt;/span&gt;Perutpun sudah berteriak kelaparan. Segera kami menuju Jalan Wijilan yang terkenal sebagai pusat makanan khas Yogya, yaitu Gudeg. Sepanjang jalan Wijilan dipenuhi oleh pedagang, terutama gudeg. Kamipun berhenti di sebuah rumah makan yang kelihatannya ramai pengunjung (indikasi makanan enak atau murah?). Ketika kami mengajak Mbah Jan untuk makan bersama, dia menolak dengan alasan menunggui becaknya. Yah, sudahlah, nanti kami pesan untuk dibungkus saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Puas dengan makan siang bersama gudeg dan pelengkapnya yaitu krecek kulit, opor ayam kering dan sambal terasi kami melanjutkan lagi perjalanan menuju Taman Pintar. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;5.  &lt;span style="" lang="FR"&gt;Taman Pintar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Sepanjang jalan menuju Taman Pintar, kantuk sudah mulai terasa apalagi diterpa angin alami dan panasnya matahari menambah rasa kantuk kami. Ternyata Taman Pintar yang kami masuki masih belum selesai seluruhnya. Ada beberapa bagian bangunan yang masih berantakan. Namun hal tersebut tidak mengganggu perjalanan para pengunjung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Di dalam gedung utama, para pengunjung disuguhi dengan beragam alat peraga yang ada hubungannya dengan Ilmu alam dan teknologi. Selain dibuat oleh lembaga pemerintahan seperti LIPI, ada juga alat peraga yang diciptakan oleh siswa SMP dan SMU. Sepertinya perusahaan teknologi juga digandeng untuk ikut mensponsori Taman Pintar ini karena di dalamnya juga terdapat beberapa alat peraga buatan mereka.&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIQA4HPlVzI/AAAAAAAAACs/AINGArPupe4/s1600-h/DSCN1650.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 199px; height: 150px;" src="http://bp3.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIQA4HPlVzI/AAAAAAAAACs/AINGArPupe4/s320/DSCN1650.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225302431673702194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: 1in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;                                                                                                                &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ruangan Simulator gempa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Masih berada di dalam gedung yang sama namun di luar ruangan peraga, &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kami menemui jajaran toko buku bekas dan baru(seperti Palasarinya Bandung), Food court dan tempat game anak yang harus dibayar dengan cara membeli koin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Di bagian luar gedung, terdapat halaman yang luas dimana di dalamnya dilengkapi bermacam permainan anak. Gratis lo mainannya. Tidak perlu cemas jika anak kita lapar atau haus karena di sana disediakan juga kios-kios makanan, dan sebagai pengantar anak disediakan banyak bangku yang nyaman dan teduh.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sebetulnya masih ada satu tempat yang ingin kami kunjungi, yaitu benteng Vraderburg. Namun, mata dan badan ini tidak mau diajak kompromi. Rasanya benar-benar capai dan ngantuk. Setelah puas mengelilingi taman pintar akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke penginapan dan melanjutkan perjalanan setelah maghrib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;7.  Mirota Batik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Setelah maghrib kami tetap menggunakan jasa mbah Jan untuk mengantar kami menuju kawasan Malioboro. Ada satu toko yang sangat terkenal bernama Toko Mirota. Toko ini menjual segala macam kerajinan batik dan cinderamata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Oleh karena kami datang di saat musim liburan sekolah panjang, bukan jalan Malioboro saja yang penuh pengunjung, toko yang satu inipun benar-benar penuh juga. Susah sekali untuk bergerak, karena di setiap lorong gerainya dipenuhi pengunjung yang juga melihat-lihat dan mencoba barang. Duuuh, meski sebenarnya tidak nyaman, namun semangat mencari sesuatu yang unik tidak kalah sama sekali. &lt;/span&gt;Rentang harga produk batiknya sangat beragam, dari yang termurah sampai amat mahalpun tersedia.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;8.  Malioboro&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Oh iya, kami belum makan malam, jadi puas ngga puas, perut lebih utama. So, kami keluar dari toko dan berjalan di sepanjang Malioboro untuk mencari makan. Memang tempat makan lesehan belum banyak dibuka, karena masih banyak pedagang kaki lima di sepanjang jalan Malioboro yang belum menutup dagangannya. Namun, ada beberapa yang lahannya sudah mulai kosong diisi oleh tikar-tikar yang mulai digelar. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Akhirnya, kami hanya jalan-jalan saja dan membeli makanan ringan tradisional untuk pengisi perut. Kami memutuskan untuk makan di pedagang kaki lima dekat dengan Prawirotaman. Kali ini Mbah Jan tidak begitu tepat merekomendasikan tempat makan, karena sea food yang kami makan rasanya biasa saja tapi harganya lumayan muahal. Setelah makan , kami langsung kembali ke penginapan dan tertidur pulas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Ke-3&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Hari terakhir kunjungan kami di Yogya ini kami isi dengan berkunjung ke tempat-tempat berikut:&lt;br /&gt;1. Toko Antik Moessen&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Toko ini letaknya tepat di depan “Duta Guest House”. Pemilik toko ini adalah seorang berkebangsaan Jerman yang telah tinggal di Indonesia selama 20 tahun. Sambil menunggu Pak Irwan menjemput, kami melihat-lihat Isi tokonya yang beraneka ragam, kebanyakan adalah barang antick yang sudah berusia puluhan tahun, barang yang usianya relatif barupun kelihatan  unik dan langka. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Layaknya mengunjungi museum, mata kami disuguhi barang-barang yang mengagumkan. Ada kulkas jaman baheula yang kemasan luarnya terbuat dari kayu jati, dan didalamnya dilapisi semacam aluminum,&lt;span style=""&gt;  lalu ada juga &lt;/span&gt;standing compass yang diambil dari sebuah kapal laut dan masih berfungsi dengan baik, ukiran china yang terbuat dari gading (atau tulang ya?), fosil pohon yang sudah jadi batu, alat makan dari perunggu, kipas angin besi jaman dulu produksi GE, lemari penyimpanan besi yang bueraaaatnya ga nahan, kursi kulit, altar ukiran china, cincin, dll.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Harganya sudah pasti mahal-mahal. Ada satu cincin perak bermata hitam yang menarik perhatian (katanya sih perak 92.5%). Ternyata asalnya dari Thailand. Dengan sedikit bujuk rayu pada suami dan menawar pada pemilik toko, akhirnya dapat juga dengan harga yang lumayan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;2. Candi Prambanan&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Jam sebelasan, jemputan kami datang dan kami langsung menuju Candi Prambanan yang ternyata masih dalam keadaan direnovasi. Jika melihat keadaan dan dokumentasi yang dipampang di muka Candi, Gempa bumi tahun 2006 lalu benar-benar menghancurkan sebagian Candi ini. Bahkan katanya masih diperlukan lima tahun dan biaya jutaan dollar untuk merenovasinya. Sungguh disayangkan, Candi ini merupakan Candi agama Hindu terbesar yang ada di Indonesia dan termasuk ke dalam peninggalan dunia yang dilindungi. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1047" type="#_x0000_t75" style="'width:387pt;height:290.25pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\a\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image045.jpg" title="DSCN1663"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIQCrEwrFEI/AAAAAAAAAC0/M3gu6GeEovE/s1600-h/DSCN1662.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIQCrEwrFEI/AAAAAAAAAC0/M3gu6GeEovE/s320/DSCN1662.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225304406692140098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;                                                          &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Candi Prambanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p style="font-style: italic;"&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Saat itu, pengunjung sama sekali tidak boleh masuk atau menaiki candi. Kami hanya bisa mengelilingi sekitar Candi saja yang dihalangi oleh pagar pembatas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Di bagian depan candi, setelah melewati taman perdamaian, terdapat taman bermain yang berisi ayunan dan jungkit-jungkitan. Di areal bermain ini dipenuhi pohon yang cukup menaungi sehingga terhalang dari sinar matahari. Wuiih, Yogya betul-betul panas....&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;2. Kaliurang&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Dari Kawasan Candi Prambanan yang panas, kita menuju dataran tinggi kaliurang yang sejuk dan segar. Sebetulnya di sekitar kaliurang terdapat beberapa objek wisata yaitu, kawasan padang golf, wisata bekas lelehan lava, dan taman rekreasi. Oleh karena kami membawa anak balita, kami memutuskan untuk mengunjungi taman rekreasi saja. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 1.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1048" type="#_x0000_t75" style="'width:202.5pt;height:270pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\a\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image047.jpg" title="DSCN1672"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIQFNQDOruI/AAAAAAAAADE/PfsEUYia2YM/s1600-h/DSCN1672.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 155px; height: 173px;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIQFNQDOruI/AAAAAAAAADE/PfsEUYia2YM/s320/DSCN1672.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225307192861568738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;                                                                                                                                                                          Taman Bermain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Sungguh disayangkan, taman rekreasi ini kurang begitu terawat. Alat-alat bermain dan bangunan-bangunan yang ada di dalamnya tampak kusam karena berkarat dan catnya sudah mengelupas sehingga warna besi yang coklat kehitaman tampak jelas. Meski demikian, rerumputannya dipangkas pendek sehingga banyak pengunjung yang membawa atau menyewa tikar bisa lesehan atau berbaring santai diatasnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Di bagian luar Taman rekreasi terdapat sebuah villa tua yang sebagian besar cat kayu jendelanya terkelupas. Sedikit mengerikan jika membayangkan malam datang dan melihat gedung tersebut (terlalu banyak nonton film hantu kali)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Di bagian paling belakang ada kolam renang yang tidak terlalu besar. Pengunjung kolam renang itu hanya sedikit, mungkin karena airnya dingin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Seingat kita, dari Candi Prambanan tadi, kami belum makan siang padahal waktu sudah menunjukkan lebih dari jam tiga. Di sepanjang jalan Kaliurang agak sulit menemukan tempat makan. Akhirnya di jalan Pakem Turi KM.3, Sleman, kami berhenti di sebuah restoran yang unik.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="_x0000_i1049" type="#_x0000_t75" style="'width:333pt;height:249.75pt'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\Users\a\AppData\Local\Temp\msohtml1\01\clip_image049.jpg" title="DSCN1705"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIQED3RmIrI/AAAAAAAAAC8/DgQDzpNeiv0/s1600-h/DSCN1705.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SIQED3RmIrI/AAAAAAAAAC8/DgQDzpNeiv0/s320/DSCN1705.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5225305932080489138" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;                                                     &lt;span style="font-style: italic;"&gt;RM Boyong Kalegan&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Nama restoran tersebut “ RM Boyong Kalegan“, entah apa artinya dalam bahasa Indonesia. Suasananya mengingatkan kami pada “Kampung Sawah” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;“Riung Panyaungan” yang ada di kabupaten Bandung. Hanya di tempat ini ada kelebihan lain yaitu, kita bisa menaiki rakit yang terbuat dari bamboo di kolam yang lebih tepat disebut danau kecil ini.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Banyak batu besar alami sisa letusan jaman dahulu yang terletak secara acak di sekeliling kolam menambah keunikan tempat makan ini, apalagi saung-saung tempat makannya diletakkan di atas air, di sekeliling danau.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FR"&gt;Satu porsi makanan di restoran ini lumayan banyak dan mengenyangkan. Dengan suasana yang disuguhkan, harga sajian yang dihidangkan juga tidak terlalu mahal. Kami menyantap ayam bakar, sayur asem, nasi goreng, karedok, tahu penyet, es kelapa, jus dan susu soda dan total yang kami bayar Rp. 75.900 saja. &lt;/span&gt;Buat Sopir yang membawa pengunjung, ada service makan gratis yang disediakan oleh restoran ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;3. Salak Pondoh&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Berkunjung ke Yogyakarta, tidak puas rasanya kalau belum menyantap salak pondoh yang kebetulan kami lewati sentra perkebunannya. Sepanjang jalan pulang dari kaliurang menuju kota, kami temui perkebunan salak pondoh dan tidak luput juga pedagangnya. Harga yang ditawarkan Rp 6,500 per kg. Kami hanya bisa menawar seribu rupiah saja. Tidak sabar mencicipi rasa khas salak pondoh yang manis melulu melewati lidah dan kerongkongan kami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;        Tidak jauh dari sentra salak pondoh, suami saya yang suka tanaman hias menyempatkan diri mengunjungi salah satu sentra tanaman hias terbesar di sana. Ya, isinya sudah pasti melulu tanaman hias dari yang termurah sampai termahal (anthurium, sansivierra, adenium, dll).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;4.Duren&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;        Di depan gedung TVRI Yogyakarta ada beberapa pedagang duren. Kami mencoba salah satunya. Duren-duren yang ada di sana, menurut pedagangnya berasal dari Wonosobo. Harga berkisar antara rp 10,000~30,000 perbuah dan rasa tidak jauh berbeda dengan yang ada di Bandung. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;5. Pathuk&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;                  Oleh-oleh makanan khas Yogya lainnya yaitu Bakpia. Sentra produksi dan pedagangnya terletak di jalan Pathuk sehingga terkenal dengan nama “Bakpia Pathuk”. Jalannya hanya bisa dilalui dua kendaraan, jadi agak tersendat di musim liburan yang penuh dengan kendaraan turis.&lt;br /&gt;Kami membeli bakpia di toko “25”. Selain bakpia, toko ini menjual berbagai macam penganan tradisional lainnya, ada brem, getuk goreng, wingko, dll. Maunya sih beli semua, Cuma duitnya gak cukup.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;6. Batik Fever&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Hidup batik!!!!, kami masih sempat mengunjungi dua toko batik. Yang pertama bernama “roemah batik” terletak di jalan nogosari kidul no 2, kadipaten. Memasuki jalan inipun agak sulit mendapatkan parkir karena badan jalan hanya muat dua mobil saja, sehingga kalau ada yang terpakai salah satunya untuk parkir akan sulit bagi kendaraan lainnya untuk melewati jalan dengan lancar, pasti agak tersendat. Di toko ini, saya tidak menemukan harga batik yang kurang dari 50 ribu. Untuk sebuah taplak meja kopi kecil berbentuk segi empat saja rp 57.500.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Dari roemah batik, kami melewati jalan Brigjen Katamso, di sini ada sebuah toko semacam Mirota, hanya lebih kecil dan buka selama 24 jam. Nama toko ini “Batik Beteng” &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Kami sempat mampir dan membeli beberapa potong baju.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;7. Stasiun Tugu&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Di pinggiran jalan sebelah kiri stasiun Tugu banyak kita temukan pedagang lesehan yang menjual  kopi yang cara penyajiannya unik, yaitu dengan mencelupkan arang panas ke dalam seduhan kopi yang siap minum. Katanya sih menambah cita ras kopi semakin terasa di lidah. mmmmm........ Sepertinya nikmat sekali. Sayang, kami tidak sempat mencobanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;                  Secara umum, kami menilai penduduk Yogyakarta sangat menghargai keistimewaan mereka. Pemerintah Yogya benar-benar memfasilitasi sektor pariwisatanya, hal ini dibuktikan dengan prasarana jalan yang mulus hingga ke pelosok. Tidak hanya jalan protokol saja yang mendapat perhatian seperti di kota-kota besar lainnya. Setiap objek wisata dioptimalkan pemanfaatannya. Semua hal yang menunjukkan kekhasannya ditonjolkan terbukti dengan tersebarnya semua produk batik dan cinderamata di setiap objek wisata. &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Pengunjung yang datang ke Yogyakarta akan dengan mudah memperoleh informasi mengenai objek wisata, baik dari agen perjalanan, sopir, pengendara becak dan penduduk itu sendiri.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                       &lt;/span&gt;        Namun, ada satu hal yang tidak lagi banyak terlihat berlalu lalang di jalan, yaitu sepeda kumbang/ontel. &lt;span style="" lang="FR"&gt;Tidak seperti sepuluh tahun lalu, sepeda motor kini merajai jalanan seputar yogyakarta. Meski sudah tidak banyak ditemukan ontel, cinderamata berupa miniatur ontel masih menjadi favorit pedagangnya selain becak dan andong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Kami sudah sampai di stasiun Tugu sekitar jam setengah Sembilan. Bangku tempat tunggu tidak ada satupun yang kosong. Jadilah kami lesehan sambil menunggu kereta Lodaya yang akan tiba jam 09.20. Di tiket tertera keberangkatan kereta menuju Bandung adalah jam 09.27. Dengan rentang waktu yang singkat antara kedatangan dan keberangkatan membuat para penumpang lumayan sibuk, apalagi rata-rata membawa tas bawaaan yang banyak, termasuk kami.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Kebetulan kami duduk di gerbong terakhir dan lagi-lagi seat di sebelah saya kosong. Entah perasaan atau bukan, AC di kereta ini lebih dingin dari sebelumnya, bahkan amat sangat dingin. Untung kami membawa jacket dan kaos kaki. Bahkan scarf yang baru dibelipun tidak luput dipakai menghangatkan leher yang sebetulnya sudah tertutupi jacket. Brrrrrr….dingin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;Seperti sebelumnya, lagi enak-enaknya tidur, datang penumpang baru yang akhirnya duduk di sebelah. Yaaaah….nasib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;                      &lt;/span&gt;        Jam enam pagi kami sudah sampai di stasiun Bandung, kali ini kami keluar dari bagian selatan dan menyewa taksi sampai ke rumah Ibu. Berakhirlah perjalanan yang menyenangkan. Pergi kemana lagi ya?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-8097910488957339425?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/8097910488957339425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=8097910488957339425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/8097910488957339425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/8097910488957339425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/07/3-days-2-nights-in-yogyakarta.html' title='3 Days 2 Nights in Yogyakarta'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH727YmXiUI/AAAAAAAAAA8/Rc9gYgt5pig/s72-c/DSCN1451.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-662694761501514171</id><published>2008-07-16T20:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-16T21:10:35.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My First Love'/><title type='text'>My First Love</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH7FzoIPCRI/AAAAAAAAAAs/2fOBSiurvxE/s1600-h/DSCN0104.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH7FzoIPCRI/AAAAAAAAAAs/2fOBSiurvxE/s320/DSCN0104.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5223830108532312338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali lihat, ku sudah jatuh cinta&lt;br /&gt;Pertama kali menyentuh, jantungku berdetak kencang&lt;br /&gt;Pertama kali dipeluk, tenggelam ku didalamnya&lt;br /&gt;Nyaman dan Hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bed cover quilt ini satu-satunya yang pernah dibeli. Kira-kira dua tahun lalu, itupun&lt;br /&gt;waktu ada big sale di agape, sebuah toko cinderamata yang isinya mostly about&lt;br /&gt;quilt.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak itu, terus kepikiran pengen bisa bikin sendiri. Tapi ga ada waktu untuk belajar&lt;br /&gt;dan ga tau harus kemana cari tempat kursus.&lt;br /&gt;Sementara ini sih, browsing, browsing dan browsing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mudah-mudahan niatnya bisa kesampaian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-662694761501514171?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/662694761501514171/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=662694761501514171' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/662694761501514171'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/662694761501514171'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/07/my-first-love.html' title='My First Love'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SH7FzoIPCRI/AAAAAAAAAAs/2fOBSiurvxE/s72-c/DSCN0104.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-5560707060241224886</id><published>2008-07-02T00:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-22T00:44:48.587-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gunung Puntang'/><title type='text'>GUNUNG PUNTANG</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SGs5WJKQw7I/AAAAAAAAAAc/MTyS3unWdN0/s1600-h/DSCN1447.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SGs5WJKQw7I/AAAAAAAAAAc/MTyS3unWdN0/s320/DSCN1447.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218327645817717682" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Along the river&lt;br /&gt;Where the water runs between the rocks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lokasi gunung yang terletak di daerah Banjaran, kabupaten Bandung ini memiliki pesona alam tersendiri yang membedakannya dengan gunung-gunung lain yang terdapat di sekeliling Bandung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pusat kota Bandung normalnya hanya butuh satu jam-an untuk mencapai lokasi ini, melewati jalan Mohammad Toha yang dipenuhi pabrik tekstil, melalui pasar Dayeuh Kolot, terus melalui simpang tiga (arah Soreang) belok kiri, sampai ke sebuah tempat yang namanya Gambok. Dari sini baru kita temui jalan yang terus menanjak. Setelah melewati beberapa Villa yang keliatannya tidak begitu sering ditempati, akhirnya sampai di gerbang Gunung Puntang yang termasuk kawasan Perhutani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum gerbang masuk, terdapat satu tempat wisata terpadu yang didalamnya terdapat restoran, kolam renang, flying fox dll yang dimiliki dan dikelola oleh swasta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuk ke Gunung Puntang dikenakan biaya Rp. 3500 per orang tambah parkir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memasuki gerbang, langsung menuju parkir yang lumayan luas dan disekitarnya terdapat warung-warung penjual makanan dan minuman ringan. Lumayan untuk menghangatkan perut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tempat parkir mobil, perjalanan diteruskan dengan berjalan kaki atau motor melalui jembatan kayu gantung dengan panjang jembatan sekitar 5 meteran. Jika diteruskan ke atas akan kita temui sebuah kolam renang bekas jaman kolonial yang lumayan besar. Dulu, kalau musim hujan, kolam ini dipenuhi air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memutuskan untuk menuju sungai yang berbatu namun airnya cukup deras dan dingin seperti air kulkas, setelah jembatan, kita bisa langsung turun ke bawah sekitar 50 meter-an. Mulailah menyusuri sungai ini ke atas. Amat sangat mengasyikkan, tapi hati-hati terpeleset karena kadang kita menginjak batu yang licin. Kalau tujuannya berbasa-basahan sih bablas aja. Jangan lupa bawa baju ganti. Airnya jernih sekali, sayangnya tidak semua pengunjung mengerti kebersihan. Ada saja ditemukan sampah bekas makanan kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat ini terdapat tanah lapang berumput yang cukup luas dan biasa dijadikan tempat untuk camping. Jadi Teringat masa sekolah dulu, rasanya asik tidur di dalam tenda meski udara dingin hingga menyentuh ke dalam tulang. Yang paling asik sih waktu acara api unggunnya, lebih asik lagi sambil minum kopi atau bandrek panas, kalau ada sih bubuy ubi (ubi jalar yang dimasukkan ke tanah di bawah bara api/abu yang masih menyala). Sedaaap....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-5560707060241224886?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/5560707060241224886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=5560707060241224886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/5560707060241224886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/5560707060241224886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/07/gunung-puntang.html' title='GUNUNG PUNTANG'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_nrq7ZLKQo28/SGs5WJKQw7I/AAAAAAAAAAc/MTyS3unWdN0/s72-c/DSCN1447.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-6144343144258320627</id><published>2008-06-04T19:44:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T21:07:03.493-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IT TAKES TWO FOR A TANGO'/><title type='text'>IT TAKES TWO FOR A TANGO</title><content type='html'>Tango?&lt;br /&gt;Kue Wafer yang rasanya maniskah?&lt;br /&gt;Kenapa harus dua buat dapetin satu tango?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kik...kik....kik....bukan itu maksudnya.&lt;br /&gt;Tango itu nama tarian&lt;br /&gt;Narinya harus berpasangan&lt;br /&gt;Jadi, butuh dua orang untuk menarikan tango.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, yang dibutuhkan bukan jumlah dua tubuh secara fisik aja&lt;br /&gt;Lebih dari itu, keduanya harus punya chemistry yang nyambung&lt;br /&gt;Kalau liat tariannya yang berenergi&lt;br /&gt;Menimbulkan persepsi beragam&lt;br /&gt;Penuh kemarahan, kasih sayang, bahkan erotis&lt;br /&gt;Tubuh yang dilempar saling berjauhan&lt;br /&gt;Tiba-tiba ditarik mendekat&lt;br /&gt;Meliuk-liuk&lt;br /&gt;Menyusuri lekuk tubuh&lt;br /&gt;Diam sejenak&lt;br /&gt;Berputar&lt;br /&gt;Jemari mengangkat pinggang&lt;br /&gt;Diikuti irama latin yang kental dan panas&lt;br /&gt;Membuat penonton menahan nafas&lt;br /&gt;Mengikuti lonjakan perasaan sang penari&lt;br /&gt;Berjiwa dan tidak semata indah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk yang berpasangan,&lt;br /&gt;Entah dengan kekasih, tunangan, suami/isteri, atau&lt;br /&gt;selingkuhan sekalipun&lt;br /&gt;Chemistry seperti apa yang membuatmu memilih pasanganmu itu?&lt;br /&gt;Pasangan yang seirama, menciptakan harmoni&lt;br /&gt;Selaras dalam kenyataan yang juga penuh dengan&lt;br /&gt;berbagai corak musik kehidupan&lt;br /&gt;Seperti dalam tarian tango,&lt;br /&gt;Tarian yang penuh dengan kompleksitas perasaan&lt;br /&gt;Alamiah&lt;br /&gt;Manusiawi&lt;br /&gt;Jujur&lt;br /&gt;Apa adanya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-6144343144258320627?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/6144343144258320627/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=6144343144258320627' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/6144343144258320627'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/6144343144258320627'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/06/it-takes-two-for-tango.html' title='IT TAKES TWO FOR A TANGO'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-2157633153355790406</id><published>2008-06-03T21:20:00.000-07:00</published><updated>2008-06-03T21:56:13.364-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MELEK'/><title type='text'>MELEK</title><content type='html'>Judulnya ga enak dibaca deh!!!&lt;br /&gt;Emang, makanya melek terus buat baca isinya...&lt;br /&gt;Sapa tau bikin tambah melek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uuuuh, what's up with melek?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga tau asal kata melek darimana,&lt;br /&gt;Sepengertianku, melek sama dengan buka mata&lt;br /&gt;Buka matanya yang rada-rada intense gitchu...&lt;br /&gt;Rada-rada digedein dikit jadinya dibilang mlotot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus yang mau kubahas bukan melek secara harfiah&lt;br /&gt;Melek ilmu pengetahuan. mungkin terlalu sombong kedengernya...&lt;br /&gt;Mmmmm, melek info aja deh.&lt;br /&gt;Info tentang sgala macem.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekeu bukan info-goer atau info freak,&lt;br /&gt;Tapi koq rasa-rasanya gatel kalo sehari ga  up date info&lt;br /&gt;Padahal, giliran dapet info yang bikin hati ngga tenang&lt;br /&gt;Ekeu suka bilang (dlm hati) mending ga tau deh......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hiks...hiks....makin hari banyak banget info yang bikin&lt;br /&gt;hati ekeu seperti maenan halilintar (di dufan ya? itu lo yg naek turun&lt;br /&gt;meliuk-liuk).&lt;br /&gt;Misalnya aja yang terakhir ekeu terima, info tentang&lt;br /&gt;pedagang gorengan yang nyampurin plastik ke minyak gorengnya&lt;br /&gt;biar gorengannya tambah goreng (lo?), maksudnya tambah garing (crunchy)&lt;br /&gt;Hiiiih, mengerikan....&lt;br /&gt;Apa si pedagang teh ga tau gitu, kalo plastik itu bisa nimbulin racun dioxin&lt;br /&gt;kalo dipanasin (ini malah dicemplungin).&lt;br /&gt;Seram....&lt;br /&gt;Itu dia, kalo dia melek info dan ngga egois (bukan smata cari duit)&lt;br /&gt;kayaknya ngga akan kejadian deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaaah (red. sambil mengelus dada)&lt;br /&gt;Gimana jadinya kalo makanan itu disantap keluargaku?&lt;br /&gt;Huek.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Let this life be more cheerfull and happier.&lt;br /&gt;Take all info&lt;br /&gt;Digest in brain&lt;br /&gt;See the facts&lt;br /&gt;Absorb by heart&lt;br /&gt;Release through action&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-2157633153355790406?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/2157633153355790406/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=2157633153355790406' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/2157633153355790406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/2157633153355790406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/06/melek.html' title='MELEK'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-4272883740056731412</id><published>2008-05-31T08:03:00.000-07:00</published><updated>2008-05-31T08:21:42.629-07:00</updated><title type='text'>FIFTY FIFTY</title><content type='html'>Paling sebal dengar orang ngomongin dirinya sendiri&lt;br /&gt;Paling ngga enak kalo orang ngga mau dengar kita ngomong&lt;br /&gt;So, better 50-50 biar sama-sama enak dan ngga enak&lt;br /&gt;Tapi apa kenyataannya sesederhana prosentase di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya ngga selalu tuh...&lt;br /&gt;Ego kita kadang menghalangi telinga untuk mendengar&lt;br /&gt;Meski kata hati tahu kalau mendengar itu perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya sudah,&lt;br /&gt;Buat apa diperdebatkan&lt;br /&gt;Saya manusia diapun begitu juga&lt;br /&gt;Pasti 50-50 bagusnya 50-50 jeleknya&lt;br /&gt;Dalam hal mendengarkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar itu apa sih?&lt;br /&gt;Cuma sekedar memfungsikan telinga?&lt;br /&gt;Sesederhana itukah?&lt;br /&gt;Bagaimana dengan mengerti apa yang terdengar?&lt;br /&gt;Bagaimana dengan memaknai apa yang terdengar?&lt;br /&gt;Bagaimana dengan merespon apa yang terdengar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mampukah setiap orang melakukan proses seperti itu?&lt;br /&gt;Terus menerus...berkelanjutan....tiada henti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya mampu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, secara fisik, telingaku berfungsi dengan baik&lt;br /&gt;Mata hatiku pun demikian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa masalahnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya,&lt;br /&gt;Egoku merajai akal sehatku&lt;br /&gt;Cemburu menutup telinga batinku&lt;br /&gt;Bahkan emphati dan simphati takut menampakkan dirinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan 50-50 itu kembali?&lt;br /&gt;Akupun tak tahu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-4272883740056731412?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/4272883740056731412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=4272883740056731412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/4272883740056731412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/4272883740056731412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/05/fifty-fifty.html' title='FIFTY FIFTY'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-8531984852724572368</id><published>2008-05-28T20:20:00.000-07:00</published><updated>2008-05-28T20:39:10.889-07:00</updated><title type='text'>SAYANG ANAK...SAYANG ANAK....</title><content type='html'>Umur si Dito dah 4 tahun 6 bulan, bulan juli dah masuk TK kecil,&lt;br /&gt;tapi sampai sekarang masih belum daftar ke sekolah manapun.&lt;br /&gt;Bingung juga nih milihnya secara selama setahun di play group,&lt;br /&gt;anakku itu cuma tiga hari sekolah masuk jam 07.30 sampe 09.30.&lt;br /&gt;Nah, di sekolahnya sekarang ada juga TK kecil, cuma koq&lt;br /&gt;masuknya jam 09.30 sampe 12.30 dari senin~sabtu. Kalo&lt;br /&gt;ngitung waktu setahun kemaren ngebiasain dia bangun pagi,&lt;br /&gt;koq rasanya sayang ya kalau setahun ke depan dia jadinya&lt;br /&gt;bangun siang. Cape neh kalau TK B-nya nanti masuk pagi lagi.&lt;br /&gt;Enaknya, guru-gurunya dah pada kenal, begitu juga temen-temen&lt;br /&gt;anakku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan lain, ada satu TK letaknya lebih dekat dari rumah,&lt;br /&gt;tinggal jalan kaki aja, ga perlu ongkos angkot. Masuknya emang&lt;br /&gt;pagi jam 08.00 sampe jam 11.30 dari senin sampe jum'at.&lt;br /&gt;Biayanya jauh lebih murah dari sekolah yang sekarang.&lt;br /&gt;Masukkin Dito ke sekolah ini aja gitu? Mudah-mudahan&lt;br /&gt;sih masih ada bangku kosong secara pendaftaran baru&lt;br /&gt;mulai bulan Juni.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-8531984852724572368?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/8531984852724572368/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=8531984852724572368' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/8531984852724572368'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/8531984852724572368'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/05/sayang-anaksayang-anak.html' title='SAYANG ANAK...SAYANG ANAK....'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-5816726327308959315</id><published>2008-05-16T21:45:00.000-07:00</published><updated>2008-05-16T21:52:56.441-07:00</updated><title type='text'>SUSAHNYA MENOLAK OBAT......HIKS</title><content type='html'>Kalau dihitung dari mulai kena gejala flu hari senin lau, yah&lt;br /&gt;kira-kira ampir seminggu nih sampai akhirnya flu beneran&lt;br /&gt;kemaren malem. Hiks....&lt;br /&gt;idung meler ga brenti, kepala berat, tenggorokan gatel banget.&lt;br /&gt;Sebenernya dari senin, udah keukeuh ga mau minum obat flu,&lt;br /&gt;cukup aja minum banyak, makan bener, tidur dan istirahat&lt;br /&gt;cukup. Tapi, teuteup aja...akhirnya ga bisa nolak obat flu...&lt;br /&gt;kemaren malem aku minum juga soalnya ga kuat neh...&lt;br /&gt;Sebel sih, soalnya pengen detoks badan dari obat tapi ga&lt;br /&gt;bisa juga. Hiks.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan cukup sampai hari ini aja minum obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga olahraga deh seminggu ini. ga enak banget....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin depan kudu olah raga lagi neh. Fitness ah....&lt;br /&gt;Rabunya jogging&lt;br /&gt;Jum'atnya fitness lagi&lt;br /&gt;Cukup kan 3 kali seminggu.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-5816726327308959315?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/5816726327308959315/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=5816726327308959315' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/5816726327308959315'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/5816726327308959315'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/05/susahnya-menolak-obathiks.html' title='SUSAHNYA MENOLAK OBAT......HIKS'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-7767579664647070099</id><published>2008-05-06T20:39:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T22:20:16.158-07:00</updated><title type='text'>MORNING DAILY ACTIVITY FOR ORDINARY MARRIED COUPLE</title><content type='html'>Weleh weleh panjang bener judulnya....belon tentu bener juga....&lt;br /&gt;Biarlah, PD aja lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anyway, buat pasangan yang sama-sama bekerja, sepertinya&lt;br /&gt;aktifitas di pagi hari sedikit banyak menentukan mood bekerja&lt;br /&gt;selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kenapa dibatasi untuk pasangan biasa yang sudah menikah?&lt;br /&gt;jawabnya, karena aku belum pernah punya temen atau keluarga&lt;br /&gt;yang samen leven (kumpul kebo) apalagi beranak, jadinya ga&lt;br /&gt;punya bahan observasi. Dan ditekankan pada "pasangan biasa"&lt;br /&gt;karena yang dilihat adalah keluarga menengah ke bawah yang&lt;br /&gt;tidak banyak dicampur tangani oleh sekian banyak asisten atau&lt;br /&gt;pembantu (baca: orang kaya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macem2 aktifitas di pagi hari yang biasa terjadi. Untuk pasangan&lt;br /&gt;yang selaras seirama, aktifitas pagi hari kayaknya lempeng-lempeng&lt;br /&gt;aja alias berjalan sesuai rutinitas waktu dan kegiatannya. Misalnya,&lt;br /&gt;baik suami maupun isteri yang bekerja dari jam 8 sampe jam 17.&lt;br /&gt;Otomatis, keduanya diharuskan mengikuti ritual pagi harian yang&lt;br /&gt;dituntut sama setiap harinya, misalnya bangun subuh, masak,&lt;br /&gt;mandi, sarapan dan pergi ke kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trus dimana letak masalahnya? Ini dia, coba ambil contoh bagi&lt;br /&gt;pasangan yang salah satunya punya waktu lebih flexible alias&lt;br /&gt;dia sendiri yang nentuin kapan harus bekerja. Lebih spesifik&lt;br /&gt;lagi bagi isteri yang bekerja di kantoran dan suami yang memiliki&lt;br /&gt;usaha sendiri yang nota bene bisa dia atur sendiri waktunya.&lt;br /&gt;Contoh  itu juga belum tentu jadi masalah kan? Memang belum tentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita gali lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;Sang isteri yang rutinitasnya sudah terpaku pada bangun, masak,&lt;br /&gt;mandi, sarapan, pergi dan suami yang rutinitasnya terserah dia.&lt;br /&gt;Apalagi jika pasangan ini sudah memiliki anak usia sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang kita rasakan jika melihat seorang isteri grabak-grubuk&lt;br /&gt;di pagi buta supaya bisa memasak lauk-pauk untuk sehari penuh,&lt;br /&gt;tetapi di lain pihak, sang suami masih terbuai mimpi. Padahal ada&lt;br /&gt;anak-anak yang masih belum mandiri dan harus diingatkan untuk&lt;br /&gt;segera bangun, mandi lalu sarapan.&lt;br /&gt;Tangan dan kaki isteri masing-masing cuma punya sepasang.&lt;br /&gt;Memang masih ada mulut yang bisa berteriak. Atau ada pembantu&lt;br /&gt;yang bisa mewakilinya membangunkan anak (apa jadinya kalau tidak&lt;br /&gt;ada pembantu?)&lt;br /&gt;Tapi, bagaimana dengan waktu yang harus dikejar isteri untuk&lt;br /&gt;menyelesaikan semua hal dengan tuntas sehingga berhasil pergi&lt;br /&gt;dari rumah tepat waktu dengan perasaan tenang?&lt;br /&gt;Tidak ada yang lain, hanya kerjasama suamilah yang paling bisa&lt;br /&gt;menyelamatkan pagi hari yang sibuk ini. jika sang suami tidak bisa&lt;br /&gt;menyeimbangkan diri dengan mengikuti irama sang isteri, gesekan-&lt;br /&gt;gesekan kecil akan sangat mungkin  banyak terjadi (Dalam hal ini,&lt;br /&gt;tidak mungkin isteri yang harus mengikuti irama suami kan?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalau suaminya bukan pekerja malam, lalu asal muasalnya dari mana?&lt;br /&gt;Banyak faktor sih, tapi yang terpenting adalah kebiasaan yang sudah&lt;br /&gt;mendarah daging  sejak sebelum menikah sangatlah penting untuk&lt;br /&gt;dicermati sebelumnya. So, bagi yang belum menikah pandai-pandai&lt;br /&gt;melihat baik-buruknya calon pasangan kita.&lt;br /&gt;Sebagai manusia, kita dianugerahi kemampuan untuk menganalisis,&lt;br /&gt;meski hasil akhir tetap ditentukan yang di Atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diingat, meski isteri kodratnya mengabdi pada keluarga,&lt;br /&gt;termasuk suami dan anak. Isteri juga seorang manusia bukan&lt;br /&gt;wonder woman (kaya lagunya si mahluk seksi aja).&lt;br /&gt;Meski ikhlas dan pasrah tertanam di benak, bagaimanapun caranya&lt;br /&gt;kelelahan fisik dan jiwa yang tersembunyi akan tampak juga ke&lt;br /&gt;permukaan. Hal ini yang harus dicegah oleh para suami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-7767579664647070099?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/7767579664647070099/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=7767579664647070099' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/7767579664647070099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/7767579664647070099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/05/morning-daily-activity-for-ordinary.html' title='MORNING DAILY ACTIVITY FOR ORDINARY MARRIED COUPLE'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-5441400888831930090</id><published>2008-05-06T00:30:00.000-07:00</published><updated>2008-05-06T00:56:55.561-07:00</updated><title type='text'>BBM MAU NAEK 27~28 % WALADALAH</title><content type='html'>Pertama-tama,. Hiks.....&lt;br /&gt;Kedua, Ya Udah...&lt;br /&gt;Ketiga, menghemat pos pengeluaran yang mana ya?&lt;br /&gt;Keempat, tambahan penghasilannya cari darimana ya?&lt;br /&gt;Kelima, Huray berhasil survive&lt;br /&gt;Keenam, Alhamdulillah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-5441400888831930090?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/5441400888831930090/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=5441400888831930090' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/5441400888831930090'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/5441400888831930090'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/05/bbm-mau-naek-2728-waladalah.html' title='BBM MAU NAEK 27~28 % WALADALAH'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-1044731315276547444</id><published>2008-05-05T21:47:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T22:32:24.993-07:00</updated><title type='text'>STUP JAMBU BATU PENGGUGAH SELERA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keluargaku paling suka hidangan segar yang satu ini. Sebenernya sih aku&lt;br /&gt;dapet resep dari ibuku dulu waktu aku masih lajang :)&lt;br /&gt;Paling enak disantap dingin di siang hari. Hmmmm, suegeuuuuurnya.&lt;br /&gt;Bikinnya juga gampang banget. Buat yang  punya pohon jambu batu dan&lt;br /&gt;buahnya berlebih, resep di bawah ini bisa jadi alternatif , soalnya&lt;br /&gt;lumayan bisa rada awet disimpen di lemari pendingin.&lt;br /&gt;Masalah kandungan gizinya sih aku ngga tahu. Yang pasti buah segarnya&lt;br /&gt;banyak mengandung vitamin C. Nah, Buat yang mau coba, praktekin aja&lt;br /&gt;resep di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;STUP JAMBU BATU&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jambu Batu (merah lebih menggiurkan) 1kg&lt;br /&gt;Gula Pasir, banyaknya tergantung selera, biasanya sih 250gr&lt;br /&gt;Air putih/mineral, 3~4 liter&lt;br /&gt;Garam 1sdt&lt;br /&gt;Kayu Manis 3~5 potong (@ ukuran 3cm x 0.5cm)&lt;br /&gt;Cengkeh 7 butir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara membuat:&lt;br /&gt;1. Air direbus hingga mendidih&lt;br /&gt;2. Setelah mendidih, masukkan gula pasir hingga kembali mendidih&lt;br /&gt;3. Masukkan jambu batu yang telah dipotong vertikal 8 tiap buahnya&lt;br /&gt;    (atau sesuai selera)&lt;br /&gt;4. Masukkan garam, kayu manis, dan cengkeh.&lt;br /&gt;5. Aduk perlahan dan tunggu hingga mendidih dan rasanya telah sesuai&lt;br /&gt;    selera.&lt;br /&gt;       Biasanya, kalau buah jambunya matang banget, bijinya akan terlepas&lt;br /&gt;    dari daging buah. Hal ini biasa, untuk yang menyukai bijinya justru ini&lt;br /&gt;    yang paling nuikmat.&lt;br /&gt;6. Matikan kompor, angkat panci dari atas kompor dan biarkan hingga&lt;br /&gt;    dingin dan uap airnya habis.&lt;br /&gt;7. Setelah dingin, masukkan dalam jar/pitcher atau tempat penyimpanan&lt;br /&gt;    lainnya, lalu simpan di lemari pendingin (jangan di freezer).&lt;br /&gt;8. Siap untuk disantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buah jambu batu kampung (bukan buah jambu batu merah besar yang&lt;br /&gt;dibudidaya hasil kawinan jambu bangkok dan jambu lokal merah) adalah&lt;br /&gt;buah yang paling enak dibuat stup karena rasa jambunya sangat kentara&lt;br /&gt;di lidah dan wanginya benar-benar menggugah selera. Sari buah yang ada&lt;br /&gt;dalam kemasan kotak atau botol plastik juga masih kalah dibanding stup&lt;br /&gt;jambu ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kayaknya enak juga kalau stup yang udah jadi trus dijus. Mmmmmm,&lt;br /&gt;apalagi kalo ditambahin buah strawberi segar. Yummiiiii&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih floating ice cream juga? hmmmmmmm sluuuurp....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-1044731315276547444?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/1044731315276547444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=1044731315276547444' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/1044731315276547444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/1044731315276547444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/05/stup-jambu-batu-penggugah-selera.html' title='STUP JAMBU BATU PENGGUGAH SELERA'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-657174055417170115</id><published>2008-04-30T08:56:00.000-07:00</published><updated>2008-04-30T09:03:24.489-07:00</updated><title type='text'>CRUDE OIL UP TO USD120</title><content type='html'>Hari ini dimedia manapun lagi heboh minyak mentah masuk ke&lt;br /&gt;kisaran harga USD120 per barrel. Apa pengaruhnya buat kita?&lt;br /&gt;Sialnya,  pengaruh bangeeeeeeut.&lt;br /&gt;Gawat pisan malah, kalau BBM terus naek otomatis segala&lt;br /&gt;barang yang punya nilai jual pasti tambah mahal. Hiiiks...&lt;br /&gt;Mending kalau seimbang sama gaji. Gajinya aja belon naek-naek.&lt;br /&gt;Belum lagi kerjaku di bidang tekstil sintetis yang jelas-jelas pake&lt;br /&gt;crude oil ini. Sialan.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terserah deh, mau harganya naek sampai langit ke tujuh juga&lt;br /&gt;terserah. Pasrah aja dan yakin kalau yang di Atas lebih mengetahui&lt;br /&gt;kemampuan umatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-657174055417170115?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/657174055417170115/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=657174055417170115' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/657174055417170115'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/657174055417170115'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/04/crude-oil-up-to-usd120.html' title='CRUDE OIL UP TO USD120'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2344303175760598650.post-4762774591016226345</id><published>2008-04-30T08:28:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T22:34:02.468-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cyber Diary'/><title type='text'>CYBER DIARY</title><content type='html'>Hari ini pertama kalinya posting di blogspot ini. ga tau mau nulis apa&lt;br /&gt;didalemnya. Yang pasti sih mau dijadiin cyber diary aja. Isi Diary&lt;br /&gt;terserah yang punya kan? itu dia yang paling penting.&lt;br /&gt;Mohon bantuannya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2344303175760598650-4762774591016226345?l=atinurpatriani.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/feeds/4762774591016226345/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2344303175760598650&amp;postID=4762774591016226345' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/4762774591016226345'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2344303175760598650/posts/default/4762774591016226345'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://atinurpatriani.blogspot.com/2008/04/cyber-diary.html' title='CYBER DIARY'/><author><name>ati</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02924156317903217740</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
